<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>t3lu</title>
	<atom:link href="http://imutzz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imutzz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Sep 2007 08:22:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imutzz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>t3lu</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imutzz.wordpress.com/osd.xml" title="t3lu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imutzz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/09/17/14/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/09/17/14/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 08:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/09/17/14/</guid>
		<description><![CDATA[  BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (2)     sumber : Ngaji Salaf 2000   Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, &#8221; Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=14&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" align="center" width="95%" cellPadding="0" cellSpacing="0">
<tr>
<td vAlign="top"><img width="1" src="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/spacer.gif" height="5" /></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top" class="linkabu"></td>
</tr>
<tr>
<td><span class="quranlatin"></span></td>
</tr>
<tr>
<td class="judul-berita">BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? (2)    <img border="0" align="absMiddle" src="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" /><img border="0" align="absMiddle" src="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" /><img border="0" align="absMiddle" src="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" /><img border="0" align="absMiddle" src="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" /></td>
</tr>
<tr>
<td><em>sumber : Ngaji Salaf 2000</em></td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td class="text-content">
<p align="justify">Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, &#8221; Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. &#8220;</p>
<p align="justify">&#8221; Bohong !&#8221; Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah? membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.</p>
<p align="justify">Rasulullah bersabda,</p>
<p align="justify"><em>&#8221; Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.? Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,????? pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, &#8220;Akankah ia mencintaiku.&#8221; Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, &#8220;Aku mencintaimu&#8221;. Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, &#8220;I LOve You&#8221;. Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan? pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, &#8220;Apel Mingguan atau Wakuncar &#8220;. Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. &#8221; buktikan cintamu sayangku&#8221;. Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na&#8217;udzubillah</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan,? dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.</p>
<p align="justify">Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang? suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :</p>
<ol>
<li>
<p align="justify">Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? &#8221; Aku ingin calon pendamping yang baik-baik&#8221; Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi &#8221; Aku bukan calon pendamping yang baik&#8221; , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari&#8217;at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?</p>
</li>
<li>
<p align="justify">Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah.</p>
</li>
</ol>
<p align="justify">Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.</p>
<p align="justify">Inti dari pembahasan ini adalah <font color="#ffff00">&#8220;PACARAN ITU HARAM&#8221;</font></p>
<p align="justify">Khusus pembahasan ini bila ada komplain atau pertanyaan lanjutan silahkan kamu sampaikan di Forum Curhat dan Konsultasi &#8230;<a href="mailto:...T4CurTasi@egroups.com">T4CurTasi@egroups.com</a></p>
</td>
</tr>
</table>
<p>Dikutip dari <a href="http://www.dudung.net/">www.dudung.net</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=14&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/09/17/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/spacer.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://imutzz.wordpress.com/wp-admin/images/icons/star.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menumbuhkembangkan Daya Nalar Anak</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-daya-nalar-anak/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-daya-nalar-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 07:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasih Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-daya-nalar-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Reta Fajriah* Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita, melalui, perantaraan Rasul-Nya, untuk mendidik anak secara bertahap sedini mungkin, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Lalu segera setelah anak lahir, Rasulullah saw. mengajari kita untuk membacakan azan dan iqamat di kedua telinganya. Ini berarti, kalimat tauhidlah yang pertama kali didengar dan diperkenalkan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=11&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font face="Times New Roman">Oleh : </font></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Reta Fajriah*</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Allah Swt. telah mengajarkan kepada kita, melalui, perantaraan Rasul-Nya, untuk mendidik anak secara bertahap sedini mungkin, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Lalu segera setelah anak lahir, Rasulullah saw. mengajari kita untuk membacakan azan dan iqamat di kedua telinganya. Ini berarti, kalimat tauhidlah yang pertama kali didengar dan diperkenalkan kepada anak.<span></span> </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Proses pendidikan selanjutnya adalah mengajari anak akhlak dan hukum-hukum Islam, sebagaimana hadis penuturan Anas ra. (yang artinya): <em><span style="font-family:Verdana;">Seorang anak di-</span></em>aqiqah<em><span style="font-family:Verdana;">-i pada hari ketujuh dari kelahirannya, diberi nama yang baik, dihilangkan penyakitnya dan dicukur rambutnya. Jika sudah menginjak usia 6 tahun ia diajarkan adab. Jika sudah menginjak usia 9 tahun maka pisahkan tempat tidurnya. Jika sudah menginjak usia 10 tahun maka ia dipukul jika tidak melaksanakan shalat dan shaum. </span></em>(HR Ibn Hibban).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Agar pelaksanaan hukum-hukum ini dapat dilakukan dengan baik dan konsisten, proses penerimaan anak terhadap hukum tersebut mestilah dilandasi keimanan kepada Allah Swt., Rasul-Nya maupun al-Quran. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan kebiasaan anak menerima segala sesuatu melalui proses ‘berpikir’. Dengan itu, anak dapat memahami informasi yang diterimanya, yang akan mendorongnya melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang telah dipahaminya tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Pembiasaan berpikir pada diri anak mencakup segala hal, misalnya berpikir tentang kenyataan-kenyataan kehidupan yang ditemuinya sehari-hari, baik yang berkaitan dengan dirinya, keluarganya ataupun lingkungannya. Inilah yang menjadikan anak memiliki sikap kritis dan selektif. Sebab, tatkala dia mencerna apa yang dilihat, didengar maupun yang dirasakannya, kemudian dia mengaitkannya dengan apa yang telah dipahaminya, maka saat itulah dia sedang melakukan proses standarisasi yang akan melahirkan sikap tertentu. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Sebagai contoh, seorang anak yang telah memahami bahwa setiap yang dimakan maupun diminumnya harus halal, ketika diberi sebuah makanan yang belum dikenal sebelumnya, dia akan berusaha untuk mencari tahu kehalalan makanan tersebut, sebelum dia memakannya. Ketika ia dihadapkan pada pergaulan yang cenderung longgar, dan dia memahami bahwa pergaulan dalam Islam antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan, maka dia bersikap menjauh dari pergaulan yang tidak sesuai dengan Islam. Demikian seterusnya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Pembiasaan berpikir yang dilakukan sejak kecil akan terbawa hingga anak mencapai kedewasaan saat persoalan kehidupan yang dihadapinya semakin meluas.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Pembentukan standar berpikir (akidah Islam) juga harus dimulai sejak usia dini dan terus dimantapkan pada usia selanjutnya. Akidah Islam dapat ditanamkan melalui pengamatan terhadap alam semesta, manusia maupun kehidupan yang sesuai dengan kadar usia anak. Adapun pemberian informasi-informasi Islam dilakukan secara bertahap dari mulai yang paling praktis dan aplikatif hingga yang membutuhkan pemahaman dalil yang rinci.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Berikut ini kami memberikan beberapa contoh praktis dalam menumbuhkan kemampuan berpikir anak yang disesuaikan dengan perkembangan usia anak:</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">I. Usia pra sekolah (0–6 tahun); Masa untuk menyerap informasi dan pembiasaan lewat keteladanan</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">a. Penanaman akidah, dengan target: Menyadari keberadaan Allah Swt. sebagai pencipta melalui pengamatan terhadap manusia, alam semesta dan kehidupan; memperkenalkan Rasulullah saw. dan menumbuhkan kecintaan kepadanya; memperkenalkan al-Quran dan menanamkan kebiasaan untuk menghapalnya; memperkenalkan agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">b. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Pemberian informasi Islam yang mencakup: kewajiban shalat (nama, waktu dan jumlah rakaat shalat serta praktik gerakan shalat); kewajiban shaum (gambaran shaum, bulan Ramadhan, dan waktu yang dilarang berpuasa); hapalan surah-surah pendek dalam al-Quran, hadis-hadis pendek, doa sehari-hari, kalimat-kalimat <em><span style="font-family:Verdana;">thayyibah</span></em>, dll.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Penanaman akidah dan informasi Islam yang telah diberikan kepada anak akan menjadi dasar bagi proses berpikir anak ketika ia melihat kenyataan kehidupan di sekitarnya. Contoh: ketika anak melihat seseorang yang tidak shaum pada bulan Ramadhan, dia akan mempertanyakan keadaan orang tersebut, apakah beragama Islam? Ketika dia melihat temannya bertengkar, dia akan menyikapinya dengan mengatakan, “Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.”<em><span style="font-family:Verdana;"> </span></em></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Semakin sering anak dilatih untuk mengaitkan realitas yang dia tangkap dengan informasi yang telah didapatkannya, anak akan semakin peka dan cerdas.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">II. Usia Pra Balig (7–Menjelang Balig); Masa mempersiapkan anak untuk menerima tugas-tugasnya sebagai hamba Allah Swt. serta membekali anak dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi kehidupan.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">a. Penanaman akidah secara <em><span style="font-family:Verdana;">‘aqliyyah</span></em>, dengan target: menyadari keberadaan Allah Swt. sebagai pencipta sekaligus pengatur alam semesta melalui pengamatan terhadap manusia, alam semesta dan kehidupan; memahamkan kebenaran al-Quran dan kerasulan Muhammad saw.; memahamkan posisi al-Quran dan hadis Rasul sebagai sumber hukum di dalam Islam; memahamkan Islam sebagai dîn yang akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">b. Pemberian informasi Islam yang mencakup: melanjutkan hapalan al-Quran dan hadis Rasul, khususnya yang berkaitan dengan dalil-dalil; halal dan haram di dalam Islam; <em><span style="font-family:Verdana;">tsaqâfah</span></em> (ilmu-ilmu) Islam (yang terdiri dari: bahasa Arab, sirah Rasul, fikih, tafsir, dll); praktik-praktik ibadah, khususnya shalat, harus mulai didisiplinkan ketika berusia 10 tahun.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">c. Pemberian informasi tentang keterampilan dalam kehidupan yang terdiri dari: ilmu-ilmu sains beserta penerapan praktisnya dalam bidang: matematika (berhitung), biologi (tentang manusia, tumbuhan dan hewan), fisika (pesawat sederhana, konsep titik berat, bejana berhubungan, dll), kimia (larutan, kalor, persenyawaan antar unsur, dll); pengetahuan umum beserta penerapan praktisnya (dasar-dasar perdagangan/jual-beli, jurnalistik, geografi, kesenian, dll); pengembangan kemampuan dasar dalam hal membaca secara terprogram, berpidato, berdiskusi, keorganisasian, komputer, dll; pengembangan diri dalam hal mencari berita, membuat kliping, membuat tulisan, dll.</span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Kemampuan nalar atau daya berpikir anak akan berkembang tatkala informasi yang telah didapatkannya berkaitan dengan kenyataan praktis dalam kehidupan. Misal: ketika dia memahami bahwa al-Quran dan Hadis Rasul adalah satu-satunya sumber hukum yang terpercaya, dia akan mempertanyakan praktik-praktik hukum yang tidak sesuai di masyarakat, seperti: Mengapa demikian? Apakah tidak berdosa? Bagaimana caranya agar hukum ini sesuai dengan al-Quran dan al-Hadits? </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Demikian pula informasi-informasi tentang keterampilan hidup, selayaknya juga tidak hanya diterima secara teoretis. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Kepekaan anak harus terus dilatih untuk selalu mengaitkannya dengan kenyataan. Misal: ketika anak bermain sepeda, ayunan; atau ketika anak naik kendaraan, membuat minuman, jajan di warung, menyiram tanaman, memelihara binatang, dan lain-lain. Saat itu orangtua bisa langsung menjelaskan prinsip-prinsip keilmuan apa saja yang tercakup di dalam kegiatan-kegiatan tersebut. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Dengan itu, kreativitas anak akan terangsang. Ia akan bereksplorasi lewat kegiatan yang dilakukan ataupun alat-alat yang sering digunakannya sehari-hari. </span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Setelah usia pra-balig, anak akan memasuki usia balig (dewasa). Dalam pandangan Islam, kedewasaan haruslah dipandang dari dua sisi: secara fisik maupun mental. Setelah dewasa anak harus bertanggung jawab sendiri terhadap seluruh perbuatannya, baik maupun buruk. Inilah tugas terberat bagi orangtua, yaitu bagaimana mengantarkan anak hingga saat anak telah balig secara fisik, mentalnya pun siap menerima segala bentuk pembebanan hukum (taklif hukum) serta telah memiliki keterampilan hidup yang memadai guna melengkapi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai manusia yang telah dewasa. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Semoga kita dapat menjadi orangtua, khususnya ibu, yang mampu mempersiapkan putra-putri kita dalam menghadapi era yang semakin menantang. &#8221;</span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:18pt;line-height:130%;"> </span><span dir="ltr"></span></font><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah&#8221;. </span></em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">(QS an-Nisa’ [4]: 9).</span><span dir="rtl"></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">Wallâhu a‘lam biash-shawâb. </span></em></p>
<p style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 12pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:130%;font-family:Verdana;">*<em><span style="color:black;font-family:Verdana;">Penulis adalah Kepala Sekolah Taman Pendidikan Anak Usia Dini Qurrota A’yun, Kedungbadak Bogor dan Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia</span></em></span><font face="Times New Roman"> (</font><a href="http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=alwaie&amp;id=358"><font face="Times New Roman">http://hizbut-tahrir.or.id/main.php?page=alwaie&amp;id=358</font></a><font face="Times New Roman">)</font></p>
<p style="line-height:130%;text-align:justify;margin:0 0 12pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dikutip dari : http://keluarga-samara.com/?p=6</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=11&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-daya-nalar-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menumbuhkembangkan Kreativitas Anak</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-kreativitas-anak/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-kreativitas-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 07:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasih Ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-kreativitas-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : YulianaMakna Kreativitas Sebagian orang berpendapat bahwa kreativitas itu hanya dimiliki segelintir orang berbakat. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline in Bussiness Creativity, (1996), membantah pendapat ini. “Kita semua memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan, dan kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari,” kata Kao. Sebagian orang lain berpendapat bahwa kreativitas selalu dimiliki oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=10&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Oleh : Yuliana</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Makna Kreativitas</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sebagian orang berpendapat bahwa kreativitas itu hanya dimiliki segelintir orang berbakat. John Kao, pengarang buku <em><span style="font-family:Verdana;">Jamming: The Art and Discipline in Bussiness Creativity</span></em>, (1996), membantah pendapat ini. “Kita semua memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan, dan kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari,” kata Kao.</span><span></span><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Sebagian orang lain berpendapat bahwa kreativitas selalu dimiliki oleh orang berkemampuan akademik yang tinggi. Namun faktanya, banyak orang yang memiliki kemampuan akademis tinggi tetapi tidak otomatis melakukan aktivitas yang menghasilkan output kreatif.</span><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Terdapat beragam definisi yang terkandung dalam pengertian <em><span style="font-family:Verdana;">kreativitas</span></em>.</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Menurut pandangan David Campbell, kreativitas adalah suatu ide atau pemikiran manusia yang bersifat inovatif, berdaya guna, dan dapat dimengerti. Definisi senada juga dikemukakan oleh Drevdahl. Menurutnya, kreativitas adalah kemampuan seseorang menghasilkan gagasan baru, berupa kegiatan atau sintesis pemikiran yang mempunyai maksud dan tujuan yang ditentukan, bukan fantasi semata.</font></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Makna kata <em><span style="font-family:Verdana;">kreatif</span></em> sendiri sesungguhnya berkisar pada persoalan <em><span style="font-family:Verdana;">menghasilkan sesuatu yang baru</span></em>. Suatu ide atau gagasan tentu lahir dari proses berpikir yang melibatkan empat unsur berpikir: alat indera; fakta; informasi; dan otak. Arti kata <em><span style="font-family:Verdana;">kreatif</span></em> di sini harus diarahkan pada proses dan hasil yang positif, tentu untuk kebaikan bukan untuk keburukan. Kreatif juga perlu dibenturkan dengan kesesuaian, konteks dengan tema persoalan, nilai pemecahan masalah, serta bobot dan tanggung jawab yang menyertainya. Dengan demikian, tidak setiap kebaruan hasil karya dapat dengan serta-merta disebut kreatif. Yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah landasan konseptual yang menyertai karya tersebut. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Bagi setiap Muslim, landasan berpikir dan berbuat atau berkarya adalah akidah Islam. Karena itu, sudah semestinya setiap hasil pemikiran dan perbuatan atau karyanya berstandar pada akidah Islam tersebut sebagai bentuk keyakinannya kepada Allah Swt. yang telah menciptakannya.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Di dalam makna kreatif—untuk menyebut suatu karya baru atau kebaruan—yang diutamakan adalah aspek kesegaran ide dalam karya tersebut, bukan sekadar ulangan atau stereotip. Kreatif bisa juga ditinjau dari nilai orisinalitas dan keunikan cara penyampaiannya; bisa juga merupakan sebuah alternatif “cara lain”, walau inti pesan sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang pernah ada sebelumnya.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kedalaman kreativitas dapat juga diukur dari nilai efektivitas atau kualitas pencapaiannya. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam buku <em><span style="font-family:Verdana;">At-Tafkîr</span></em> (1973) memberikan contoh, bahwa berpikir tentang kebenaran dapat merupakan proses berpikir kreatif (menggagas pemikiran baru). Contoh: berpikir untuk menghasilkan sebuah pemikiran (baru), kemudian mengkaji kesesuaiannya dengan fakta hingga pemikiran itu sesuai dengan fakta yang ditunjukkannya. Jika sesuai maka pemikiran itu merupakan kebenaran; jika tidak sesuai maka wajib dilakukan pengkajian terhadap kebenaran, yaitu pengkajian terhadap pemikiran yang sesuai dengan fakta yang ditunjukkan pemikiran.</span><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Kreativitas pada Anak</span></strong><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p></span></strong> <span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kreativitas yang tampak pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Kreativitas seorang anak bisa muncul jika terus diasah sejak dini. Pada anak-anak, kreativitas merupakan sifat yang komplikatif; seorang anak mampu berkreasi dengan spontan karena ia telah memiliki unsur pencetus kreativitas. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Pada dasarnya kreativitas anak-anak bersifat ekspresionis. Ini karena pengungkapan ekspresi itu merupakan sifat yang dilahirkan dan dapat berkembang melalui latihan-latihan.</span><font face="Times New Roman"> Ekspresi ini disebut dengan spontanitas, terbuka, tangkas dan sportif. Ada 3 ciri dominan pada anak yang kreatif: </font><font face="Times New Roman">(1) spontan; (2) rasa ingin tahu; (3) tertarik pada hal-hal yang baru. Ternyata ketiga ciri-ciri tersebut terdapat pada diri anak. Berarti semua anak pada dasarnya adalah kreatif; faktor lingkunganlah yang menjadikan anak tidak kreatif. Dengan demikian, peran orangtua sebenarnya lebih pada mengembangkan kreativitas anak.</font><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> </span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></strong><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Verdana;">Empat Cara Mengembangkan Kreativitas Anak.</span></strong></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p></span></strong></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><strong>1. Membangun kepribadian Islam.</strong> </span></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Dengan cinta, orangtua dapat membangun kepribadian Islam pada anak yang tercermin dari pola pikir dan pola sikap anak yang islami. Orangtua yang paham akan senantiasa menstimulasi/merangsang aktivitas berpikir dan bersikap anak sesuai dengan standar Islam. Menstimulasi aktivitas berpikir dilakukan dengan cara menstimulasi unsur-unsur/komponen berfikir (indera, fakta, informasi dan otak). Aktivitas bersikap adalah aktivitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluri (beragama, mempertahankan diri dan melestarikan jenis).</span><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Orangtua dapat menstimulasi alat indera anak dengan cara melatih semua alat indera sedini mungkin. Ajak anak mengamati, mendengarkan berbagai suara, meraba berbagai tekstur benda, mencium berbagai bau dan mengecap berbagai rasa. Menstimulasi otak dilakukan dengan cara memberi nutrisi yang halal dan bergizi yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak sejak dalam kandungan serta banyak menghadirkan fakta dan informasi yang dapat di cerap oleh anak. Menstimulasi informasi diarahkan untuk meyakini adanya Pencipta melalui fakta-fakta penciptaan alam. Orangtua juga bisa membacakan cerita, mengajari anak untuk selalu mengaitkan fakta baru dengan informasi yang sudah diberikan, serta menghindarkan anak dari fakta dan informasi yang merusak dengan cara menseleksi tayangan TV, buku dan majalah. Perlu dipahami oleh orangtua, bahwa anak memahami standar secara bertahap seiring dengan kesempurnaan akalnya. Anak usia dini belum sempurna akalnya. Namun, orangtua tetap perlu mengenalkan standar-standar kepada anak secara berulang-ulang tanpa memaksa anak untuk melakukannya. Biasakan pula mengenalkan dalil kepada anak. Orangtua juga hendaknya senantiasa menghadirkan keteladanan yang baik pada anak di mana saja mereka berada. </font><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Orangtua yang paham tidak akan menuntut anaknya untuk sama dengan anak lainnya. Kita dapat membentuk kepribadian anak kita, tetapi bukan untuk menyamakan karakter mereka. Kita melihat, Sahabat Umar ra., Abu Bakar ra. dan sebagainya tidak memiliki karakter yang sama meskipun masing-masing mereka merupakan pribadi-pribadi yang islami. Keunikan mereka justru menjadikan mereka ibarat bintang-bintang yang gemerlapan di langit, terangnya bintang yang satu tidak memudarkan terangnya bintang yang lain. Begitu pula halnya dalam hal kreativitas mereka. Setiap Sahabat adalah insan kreatif. Masing-masing memiliki dimensi kreativitas sendiri-sendiri. Salman al-Farisi adalah penggagas Perang Parit; Umar bin al-Khaththab adalah penggagas ketertiban lalu-lintas; Abu Bakar ash-Shiddiq adalah penggagas tegaknya sistim ekonomi Islam; Khalid bin Walid adalah penggagas strategi perang moderen; dan banyak lagi.</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Yang menjadi masalah sekarang, para orangtua sering kurang bersungguh-sungguh untuk mengembangkan kreativitas anak. Seolah-olah para orangtua lebih suka jika anak menjadi fotokopi orang lain ketimbang dia tumbuh sebagai suatu pribadi yang utuh. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Karena kepribadian menentukan kreativitas, seorang Muslim pada hakikatnya memiliki potensi kreatif lebih besar dibandingkan dengan umat-umat lainnya. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
<em><span style="font-family:Verdana;"><strong>2. </strong></span></em></span><em><font face="Times New Roman"><strong>Menumbuhkembangkan motivasi.</strong></font></em></em><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Kreativitas dimulai dari suatu gagasan yang interaktif. Bagi anak-anak, dorongan dari luar diperlukan untuk memunculkan suatu gagasan. Dalam hal ini, para orangtua banyak berperan. Dengan penghargaan diri, komunikasi dialogis dan kemampuan mendengar aktif maka anak akan merasa dipercaya, dihargai, diperhatikan, dikasihi, didengarkan, dimengerti, didukung, dilibatkan dan diterima segala kelemahan dan keterbatasannya. Dengan demikian, anak akan memiliki dorongan yang kuat untuk secara berani dan lancar mengemukakan gagasan-gagasannya. Selain itu, untuk memotivasi anak agar lebih kreatif, sudah seharusnya kita memberikan perhatian serius pada aktivitas yang tengah dilakukan oleh anak kita, misalnya dengan melakukan aktivitas bersama-sama mereka. Kalau kita biasa melakukan puasa dan shalat bersama anak-anak kita, mengapa untuk aktivitas yang lain kita tidak dapat melakukannya? Bukankah lebih mudah untuk mentransfer suatu kebiasaan yang sama ketimbang harus memulai suatu kebiasaan yang sama sekali baru? Dengan demikian, sesungguhnya seorang Muslim memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadikan anak-anak mereka kreatif. Tinggallah sekarang bagaimana kita sebagai orangtua Muslim senantiasa berusaha untuk memperkenalkan anak-anak kita dengan berbagai hal dan sesuatu yang baru untuk memenuhi aspek kognitif mereka. Tujuannya adalah agar mereka lebih terdorong lagi untuk berpikir dan berbuat secara kreatif. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Perlu dicatat, dalam memotivasi anak agar kreatif, lakukanlah dengan cara menyenangkan dan tidak di bawah tekanan/paksaan.</span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
<em><span style="font-family:Verdana;"><strong>3. </strong></span></em></span><em><font face="Times New Roman"><strong>Mengendalikan proses pembentukan</strong></font></em></em><strong><font face="Times New Roman"> </font><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">anak kreatif.</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span></em></strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam pembentukan anak kreatif adalah: </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><em><font face="Times New Roman">Persiapan waktu, tempat, fasilitas dan bahan yang memadai</font></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Waktu dapat berkisar antara 10-30 menit setiap hari; bergantung pada bentuk kreativitas apa yang hendak dikembangkan. Begitu pula dengan tempat; ada yang memerlukan tempat yang khusus dan ada pula yang dapat dilakukan di mana saja. Fasilitas tidak harus selalu canggih; bergantung pada sasaran apa yang hendak dicapai. Bahan pun tidak harus selalu baru; lebih sering justru menggunakan bahan-bahan sisa atau bekas. </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mengatur kegiatan</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kegiatan diatur sedemikian rupa agar anak-anak dapat melakukan aktivitasnya secara individual maupun berkelompok. Kadang-kadang anak-anak melakukan aktivitas secara kompetitif; kadang-kadang juga secara kooperatif.</span></li>
<li class="MsoNormal"><em><font face="Times New Roman">Menyediakan satu sudut khusus untuk anak dalam melakukan aktivitas</font></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><font face="Times New Roman">Memelihara iklim kreatif agar tetap terpelihara</font></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. Caranya dengan mengoptimal-kan poin-poin tersebut di atas.</span><font face="Times New Roman"> </font></li>
</ul>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><br />
<em><span style="font-family:Verdana;"><strong>4. </strong></span></em><em><font face="Times New Roman"><strong>Mengevaluasi hasil kreativitas.</strong></font></em></span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><font face="Times New Roman"> </font><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Selama ini kita sering menilai kreativitas melalui hasil atau produk kreativitas. Padahal sesungguhnya proses itu pada masa kanak-kanak lebih penting ketimbang hasilnya. Pentingnya penilaian kita terhadap proses kreativitas bukan berarti kita tidak boleh menilai hasil kreativitas itu sendiri. Penilaian tetap dilakukan. Hanya saja, ada satu hal yang harus kita perhatikan dalam menilai. Hendaknya kita menilai hasil kreativitas tersebut dengan menggunakan perspektif anak, bukan perspektif kita sebagai orangtua. Kalau kita mendapati seorang anak berusia 3 tahun dan kemudian dia dapat menyebutkan huruf hijaiyah dari <em><span style="font-family:Verdana;">alif</span></em> sampai <em><span style="font-family:Verdana;">ya</span></em>, apakah kita akan mengatakan, “Ah, kalau cuma bisanya baru menyebutkan begitu, saya juga bisa.” Tentu saja, dalam mengevaluasi proses dan hasil kreativitas harus “<em><span style="font-family:Verdana;">open mind</span></em>” atau dengan “pikiran terbuka”. Setiap kali kita mengevaluasi hasil tersebut, kita harus selalu memberikan dukungan, penguatan sekaligus pengarahan. Begitu juga sebaliknya; jauhi celaan dan hukuman</span><font face="Times New Roman"> agar anak kita tetap kreatif.</font></span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Wallâhu a‘lam biash-shawâb.</span></em><em><span style="font-family:Verdana;"><a href="http://www.baitijannati.wordpress.com/"></a></span></em><br />
<em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Padang, Ketua Kelompok Peduli Ibu dan Generasi El-Diina Pusat dan anggota Dewan Pakar Bidang Pemberdayaan Perempuan ICMI Muda.</span></em></p>
<p></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"></span></em><font face="Times New Roman">Sumber : Majalah Al Waie edisi Juni 2007</font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p></em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=10&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/menumbuhkembangkan-kreativitas-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibuku guruku (Metode Home Schooling Group, Alternatif Model Pendidikan Anak Usia Dini)</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/ibuku-guruku-metode-home-schooling-group-alternatif-model-pendidikan-anak-usia-dini/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/ibuku-guruku-metode-home-schooling-group-alternatif-model-pendidikan-anak-usia-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 06:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/ibuku-guruku-metode-home-schooling-group-alternatif-model-pendidikan-anak-usia-dini/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr. Ir. Yuliana, M.Si. Ketua Kelompok Peduli Ibu dan Generasi (el-Diina Pusat) dan Anggota Dewan Pakar ICMI Muda Pusat Bidang Pemberdayaan Perempuan Keluarga Samara. Hasil penelitian neurologi dan kajian pendidikan anak usia dini cukup memberikan bukti betapa pentingnya stimulasi sejak usia dini dalam mengoptimalkan seluruh potensi anak guna mewujudkan generasi mendatang yang berkualitas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=9&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Oleh: Dr. Ir. Yuliana, M.Si.<br />
Ketua Kelompok Peduli Ibu dan Generasi (<em>el-Diina</em> Pusat) dan Anggota Dewan Pakar ICMI Muda Pusat Bidang <em>Pemberdayaan Perempuan</em></span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><em><strong>Keluarga Samara. </strong></em>Hasil penelitian <em>neurologi </em>dan kajian pendidikan anak usia dini cukup memberikan bukti betapa pentingnya stimulasi sejak usia dini dalam mengoptimalkan seluruh potensi anak guna mewujudkan generasi mendatang yang berkualitas dan mampu bersaing dalam percaturan dunia yang mengglobal pada milenium ke tiga ini. Di samping itu, Rasulullah SAW bersabda <em>uthlubul’ilma minalmahdi ilal lakhdi</em> yang artinya “tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”.</span><a id="more-41"></a></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Hadits tersebut menekankan betapa pentingnya seseorang belajar sedini mungkin. Tentu kesadaran akan perlunya belajar sejak usia dini ini tidak muncul dari si bayi yang ‘belum bisa apa-apa’, namun dimulai dari kesadaran orang tuanya untuk memberikan pembelajaran-pembelajaran kepada anaknya sejak dini. Karena pada dasarnya, ketika seorang manusia telah terlahir ke dunia ini, ia telah dilengkapi berbagai perangkat seperti panca indera dan akal untuk menyerap berbagai ilmu.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Inilah peletak dasar pentingnya pendidikan usia dini. Sejak dini anak harus diberikan berbagai ilmu (dalam bentuk berbagai rangsangan/<em>stimulan</em>). Mendidik anak pada usia ini ibarat membentuk ukiran di batu yang tidak akan mudah hilang, bahkan akan membekas selamanya. Artinya, pendidikan pada anak usia dini akan sangat membekas hingga anak dewasa. Pendidikan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Keberhasilan pendidikan usia dini ini sangat berperan besar bagi keberhasilan anak di masa-masa selanjutnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan akses pelayanan pendidikan anak usia dini terus dilakukan, namun data membuktikan dari 28 juta anak usia 0-6 tahun, sebanyak 73 persen atau sekitar 20,4 juta anak belum mendapatkan layanan pendidikan, baik secara formal maupun non-formal. Khusus anak usia prasekolah, akses layanan pendidikan anak usia dini masih rendah (sekitar 20.0%). Artinya sebanyak 80.0% lainnya belum terlayani di pusat-pusat pendidikan anak usia dini. Kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan juga terjadi (<em>Jalal </em>2002). Hasil yang serupa juga ditemui pada penelitian yang dilakukan oleh Yuliana dkk. di penghujung tahun 2004 dan awal tahun 2005 di Pulau Jawa, bahwa sebagian besar (86.3% di pedesaan dan 73.2% di perkotaan) anak usia prasekolah belum mengakses program-program pendidikan yang ada baik di jalur formal maupun non formal.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Penyebabnya karena masih kurangnya sarana dan prasarana pendidikan khusus untuk usia dini. Selain itu mahalnya biaya pendidikan, semakin menyulitkan anak-anak untuk mendapatkan kesempatan belajar, terutama untuk anak usia dini. Masyarakat secara umum tidak mampu menjangkaunya. Sebagai contoh ada sekolah di Jakarta menarik uang pendaftaran untuk jenjang prasekolah Rp 15 juta di luar uang bulanan Rp 1 juta. Dengan biaya sebesar itu tentunya hanya anak-anak dari kalangan tertentu saja yang mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang ”bermutu”.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Padahal keberlangsungan pendidikan untuk anak usia dini, tidak harus dilakukan dengan memasukkan mereka ke dalam lembaga pendidikan. Ibu, adalah SDM yang sangat berpotensial untuk menjadi guru bagi anak-anak usia dini. Ibu memiliki interaksi kuat dengan anak, karena dialah orang yang pertama kali menjalin interaksi; memahami dan selalu mengikuti seluruh aspek tumbuh kembang anak tanpa ada yang terlewat. Ibu adalah orang pertama yang menjadi teladan bagi anak, karena ialah orang terdekat anak. Ibulah yang mampu menerapkan prinsip belajar untuk diterapkan, karena ia yang paling banyak memiliki waktu bersama anak. Ibu adalah yang paling berambisi menyiapkan anak yang sholeh, karena baginya hal tersebut menjadi investasi terbesar untuk akhirat. Akhirnya, memang hanya ibu yang memiliki peluang terbesar mendidik anak dengan penuh ketulusan, kasih sayang dan pengorbanan yang sempurna.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Peluang Ibu menjadi guru bagi anak-anak usia dini sangat besar sekali. Masih banyak Ibu-Ibu yang ada di negeri ini tidak bekerja dan mengurus anak-anaknya secara langsung. Bila Ibu yang menjadi guru maka biaya pendidikan yang dikeluarkan tidaklah besar, karena Ibu dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dilakukan di dalam rumah dengan waktu yang disesuaikan dengan kondisi anak dan Ibu. Berbeda dengan memasukkan anak ke dalam sekolah, mereka terikat dengan jadwal belajar tertentu. Ibu pun harus mengeluarkan biaya yang mahal. Menjadikan Ibu sebagai guru dan melaksanakan proses pendidikan dengan metode kelompok belajar bersama di rumah, itulah yang dijalankan dalam program <strong>Ibuku Guru Kami</strong> dengan metode <em>home schooling group</em>.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';"><em><strong>Mengapa pendidikan anak usia dini dilakukan di rumah?</strong></em></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Rumah merupakan lingkungan terdekat anak dan tempat belajar yang paling baik buat anak. Di rumah anak bisa belajar selaras dengan keinginannya sendiri. Ia tak perlu duduk menunggu sampai bel berbunyi, tidak perlu harus bersaing dengan anak-anak lain, tidak perlu harus ketakutan menjawab salah di depan kelas, dan bisa langsung mendapatkan penghargaan atau pembetulan kalau membuat kesalahan. Disinilah peran ibu menjadi sangat penting, karena tugas utama ibu sebetulnya adalah pengatur rumah tangga dan pendidik anak. Di dalam rumah banyak sekali sarana-sarana yang bisa dipakai untuk pembelajaran anak. Anak dapat belajar banyak sekali konsep tentang benda, warna, bentuk dan sebagainya sembari ibu memasak di dapur.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Anak juga dapat mengenal ciptaan Allah melalui berbagai macam makhluk hidup yang ada di sekitar rumah, mendengarkan ibu membaca doa-doa, lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dan cerita para Nabi dan sahabat dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Oleh sebab itu rumah merupakan lingkungan yang tepat dalam menyelenggarakan pendidikan untuk anak usia dini seperti yang dilakukan semasa pemerintahan Islam, bahwa pendidikan untuk anak-anak di bawah tujuh tahun dibimbing langsung oleh orang tuanya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Al-Abdary dalam kitab <em>Madkhalusi asy-Syar’i asy-Syarif</em> mengkritik para orang tua dan wali yang mengirimkan anak-anaknya ke sekolah pada usia kurang dari tujuh tahun. Ia mengatakan:“<em>Dahulu para leluhur kita yang alim mengirimkan putera-puteranya ke Kuttab/sekolah tatkala mereka mencapai usia tujuh tahun. Sejak usia tersebut orang tua diharuskan mendidik anak-anaknya mengenal shalat dan akhlak yang mulia. Akan tetapi saat ini amat disesalkan bahwa anak-anak zaman sekarang menuntut ilmu pada usia yang masih rawan (4-5) tahun. Para pengajar hendaknya hati-hati mengajar anak-anak usia rawan ini, karena dapat melemahkan tubuh dan akal pikirannya</em>”.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Metode <em>home schooling group</em> ini dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat karena dalam pelaksanaannya bersifat dinamis, dapat bervariasi sesuai dengan keadaan sosial ekonomi orang tua. Keterlibatan orang tua (ibu) dalam <em>home schooling group</em> sangat dominan dan jarak tempuh anak ke kelompok-kelompok home schooling dapat ditempuh anak dengan berjalan kaki (maksimal 1 km). Hal demikian menjadikan keunggulan dari <em>home schooling</em> (murah, ibu dekat dengan anak, dan dinamis). Mengapa harus dalam bentuk grup atau kelompok ? Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan konsep sosialisasi pada anak, membangun <em>ukhuwwah Islamiyah</em> di kalangan Ibu disamping dapat meringankan beban ibu dan upaya memperbaiki lingkungan masyarakat</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Kurikulum <em>home shcooling group</em> diharapkan dapat mencerminkan kegiatan untuk membangun kemampuan kepribadian anak dan kemampuan ilmu Islam/<em>tsaqofah</em> (mencakup materi aqidah, bahasa arab, Al-Qur’an, As-Sunnah, fiqh, siroh nabi dan sejarah kaum muslimin) dan membangun kemampuan keterampilan sainteks (<em>kognitif</em>, bahasa, motorik kasar, motorik halus, seni, kemandirian dan sosial emosional). Kegiatan tersebut dilakukan dengan metode pengajaran bermain sambil belajar melalui keteladanan, mendengar, mengucapkan, bercerita dan pembiasaan. Pendekatan pembelajaran dalam <em>home schooling group</em> haruslah berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak, kebutuhan anak, menggunakan pendekatan tematik, kreatif dan inovatif, lingkungan kondusif dan mengembangkan kemampuan hidup.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Peran Ibu sebagai pendidik pertama dan utama, tidak hanya dalam rangka mendidik anak-anaknya semata. Hal ini disebabkan, anak-anaknya berinteraksi dengan anak orang lain di lingkungannya. Anak kita membutuhkan teman untuk belajar bersosialisasi dan berlatih menjadi pemimpin. Kesadaran kita sebagai seorang muslim yang peduli dengan kondisi masyarakatnya akan menumbuhkan rasa tanggungjawab untuk turut mendidik anak-anak lain sebagai generasi penerus umat. Sehingga Ibu tidak cukup mendidik anak sendiri, tetapi juga perlu mendidik anak-anak lain bersama ibunya yang ada di lingkungannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Kesamaan visi dan misi dalam mendidik anak di kalangan orangtua sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan aktivitas belajar yang efektif dan efisien. Seringkali selama ini orang tua menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan pendidikan anak-anak (termasuk usia dini) kepada sekolah dan guru. Orangtua seharusnya menyadari bahwa kewajiban untuk mendidik anak tidaklah hilang dengan menyekolahkan mereka. Orangtua pun perlu mengkaitkan proses belajar di sekolah dengan di rumah sehingga target pendidikan dapat dicapai.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Verdana';">Menjadi guru bagi anak-anak usia dini, tidaklah berarti Ibu mendidik anaknya secara individual, namun dapat dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan para orangtua (Ibu) yang ada di sekitar lingkungannya menjadi team pengajar (guru). Sistem kelompok belajar dalam bentuk grup, selain menumbuhkan kebersamaan dan melatih anak dalam bersosialisasi juga menyuburkan persaudaraan dan kedekatan diantara orangtua sehingga memudahkan memberikan penyelesaian terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dari anak-anak tersebut. Dengan demikian anak-anak usia dini mendapatkan pelajaran dalam bentuk kelompok dan akan melanjutkan pelajaran mereka di rumah bersama ibunya masing-masing.(www.keluarga-samara.com) </span></p>
<p>Sumber : hti online</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=9&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/26/ibuku-guruku-metode-home-schooling-group-alternatif-model-pendidikan-anak-usia-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/22/7/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/22/7/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 07:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/22/7/</guid>
		<description><![CDATA[        Menikah Adalah Keajaiban        Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, ?secara materi saya belum siap,? saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, ?berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah??Tak ada. Sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=7&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="95%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:95%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td vAlign="top" style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td vAlign="top" style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#999999;font-family:Tahoma;"> </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#2e58b0;font-family:Arial;">Menikah Adalah Keajaiban   </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, ?secara materi saya belum siap,? saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, ?berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah??</font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.</font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ustadz. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga itu. </font></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;"></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum cukup, lah&#8230; itu alasan yang paling mudah dijumpai. Dengan gaji sekarang saja saya hanya bisa hidup pas-pasan. Bagaimana kalau ada anak dan istri? Oya, saya juga belum punya rumah&#8230;. </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">O-o&#8230; Saudaraku, kalau kau menunggu gajimu cukup, maka kau tak akan pernah menikah. Bisa jadi besok Allah menghendaki gajimu naik tiga kali lipat.</font></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3"> Tapi percayalah, pada saat yang bersamaan, tingkat kebutuhanmu juga akan naik&#8230; bahkan lebih tiga kali lipat. Saat seseorang tak memiliki banyak uang, ia tak berpikir pakaian berharga tertentu, televisi, laptop&#8230; atau mungkin hp merk mutakhir. Saat tak memiliki banyak uang, makan mungkin cukup dengan menu sederhana yang mudah ditemui di warung-warung pinggir jalan. Tapi bisakah demikian saat Anda memiliki uang? Tidak akan. Selalu saja ada keinginan yang bertambah, lajunya lebih kencang dari pertambahan kemampuan materi. Artinya, manusia tidak akan ada yang tercukupi materinya. </font></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;"></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Menikah adalah sebuah elemen kodrati sebagaimana rezeki dan juga ajal. Tak akan salah dan terlambat sampai kepada setiap orang. Tak akan bisa dimajukan ataupun ditahan. Selalu tepat sesuai dengan apa yang telah tersurat pada awal penciptaan anak Adam. </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki, itu yang pernah saya baca di sebuah buku. Ada pula sabda Rasulullah, ?Menikahlah maka kau akan menjadi kaya.? Mungkin secara logika akan sangat sulit dibuktikan statemen-statemen tersebut. Taruhlah, pertanyaan paling rewel dari makhluk bernama manusia, ?Bagaimana mungkin saya akan menjadi kaya sedangkan saya harus menanggung biaya hidup istri dan anak?</font></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3"> Dalam beberapa hal yang berkaitan dengan interaksi sosial juga tidak bisa lagi saya sikapi dengan simpel. Contoh saja, kalau ada tetangga atau teman yang hajatan, menikah dan sebagainya, saya tentu saja tidak bisa lagi menutup mata dan menyikapinya dengan konsep-konsep idealis. Saya harus kompromi dengan tradisi; hadir, nyumbang&#8230; yang ini berarti menambah besar pos pengeluaran. Semua itu tak perlu menjadi beban saya pada saat saya belum berkeluarga.?</font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Saat saya dihadapkan pertanyaan ?menikah? pertama kali dalam hidup saya, saya sempat maju mundur dan gamang dengan wacana-wacana semacam ini. Lama sekali saya menemukan keyakinan -?belum jawaban, apalagi bukti?- bahwa seorang saya hanyalah menjadi perantara Allah memberi rezeki kepada makhluk-Nya yang ditakdirkan menjadi istri atau anak-anak saya. </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Harusnya memang demikian. Itulah keajaiban yang kesekian dari sebuah pernikahan. Saya sendiri menikah pada tahun 1999, saat umur saya dua puluh tahun. Saat itu saya bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan bakery tradisional. Tentu saja, saya sudah menulis saat itu kendati interval pemuatan di majalah sangat longgar. Kadang-kadang sebulan muncul satu tulisan, itu pun kadang dua bulan baru honornya dikirim. </font></span></p>
<p><span style="color:black;font-family:Arial;"></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Dengarkan&#8230;! Dengarkan baik-baik bagian cerita saya ini. </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Sebulan setelah saya menikah, tiga cerpen saya sekaligus dimuat di tiga media yang berbeda. Beberapa bulan berikutnya hampir selalu demikian, cerpen-cerpen saya semakin sering menghiasi media massa. Interval pemuatan cerpen tersebut semakin merapat. Saat anak saya lahir, pada pekan yang sama, ada pemberitahuan dari sebuah majalah remaja bahwa mulai bulan tersebut, naskah fiksi saya dimuat secara berseri. Padahal, media tersebut terbit dua kali dalam sebulan. Ini berarti, dalam sebulan sudah jelas ada dua cerpen yang terbit dan itu berarti dua kali saya menerima honor. Ini baru serialnya. Belum dengan cerpen-cerpen yang juga secara rutin saya kirim di luar serial. </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Tunggu&#8230; semua itu belum berhenti. Saat anak saya semakin besar dan semakin banyak pernak-pernik yang harus saya penuhi untuknya, lagi-lagi ada keajaiban itu. Satu per satu buku saya diterbitkan. Royalti pun mulai saya terima dalam jumlah yang&#8230; hoh-hah&#8230;! Subhanallah&#8230;! </font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Entah, keajaiban apa lagi yang akan saya temui kemudian. Yang jelas, saat ini saya harus tetap berusaha meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya hanyalah perantara rezeki bagi anak dan istri saya&#8230; juga ?mungkin ?orang lain. Dengan begitu, mudah-mudahan saya bisa melepaskan hak-hak tersebut yang melekat pada uang gaji ataupun royalti yang saya terima. </font></span><font size="3"><em><strong><span style="color:black;font-family:Arial;">Ya Allah&#8230; mampukan saya. </span></strong></em></font></p>
<p><font size="3"><em><strong><span style="color:black;font-family:Arial;"></span></strong></em><span style="color:black;font-family:Arial;"></span></font><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Sakti Wibowo</font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">Cikutra, Bandung.<br />
Selasa, 28 Januari 2003, 8:48:44<br />
sakti@syaamil.co.id</font></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">?</font></span><em><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</font></span></em><em><span style="color:black;font-family:Arial;"><br />
<em><span style="font-family:Arial;"><font size="3">sumber : eramuslim.com</font></span></em></span></em><span style="color:black;font-family:Arial;"></span><span style="color:black;font-family:Arial;"><font size="3"> </font></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=7&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/22/7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>k3tika ragu akan dirinya</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/k3tika-ragu-akan-dirinya/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/k3tika-ragu-akan-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 06:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/k3tika-ragu-akan-dirinya/</guid>
		<description><![CDATA[  20 Petunjuk Islami Memilih Istri Drs. M. Thalib Sumber: http://www.kafemuslimah.com/ Istri yang shalih adalah perhiasan terindah bagi suaminya. Peran istri dalam kehidupan suami sangatlah besar. Istri yang shalih dapat membina rumah tangga sakinah dan penuh berkah. Istri seperti inilah yang menjadi dambaan setiap lelaki muslim.Seperti apa istri yang shalih? Apa saja ciri-cirinya? Bagaimana mengetahuinya? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=3&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellPadding="0" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0.75pt;">
<table border="0" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:100%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></td>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Trebuchet MS';">20 Petunjuk Islami Memilih Istri<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Drs. M. Thalib</span></td>
</tr>
</table>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></p>
<hr SIZE="1" noShade="true" width="100%" align="center" /></span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sumber: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><a href="http://www.kafemuslimah.com/"><font color="#008000">http://www.kafemuslimah.com/</font></a> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang shalih adalah perhiasan terindah bagi suaminya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Peran istri dalam kehidupan suami sangatlah besar. Istri yang shalih dapat membina rumah tangga sakinah dan penuh berkah. Istri seperti inilah yang menjadi dambaan setiap lelaki muslim.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seperti apa istri yang shalih? Apa saja ciri-cirinya? Bagaimana mengetahuinya? </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Artikel-artikel terurai menjawab semua pertanyaan tersebut berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW yang shahih. Insya Allah dengan memahaminya lelaki muslim dapat memilih istri yang shalih. Bagi wanita muslim bisa menjadikan artikel artikel terurai sebagai pedoman untuk menjadi istri shalih. </span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Taat Beragama</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.&#8221; (H.R. Bukhari dan Muslim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria-kriteria yang menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih seorang perempuan sebagai istrinya. Kriteria-kriteria tersebut adalah kecantikan, keturunan, kekayaan dan agamanya. Orang yang mengutamakan kriteria agama, dijamin oleh Allah SWT akan memperoleh kebahagiaan dalam berkeluarga. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Agama atau diin ialah keyakinan yang disertai peribadatan sesuai dengan ketentuan syari&#8217;at Islam. Bila keyakinan dan peribadatan yang dilakukan seseorang menyimpang dari ketentuan syari&#8217;at Islam, orang yang melakukannya telah sesat. Untuk mengetahui ketaatan seseorang beragama, kita harus berpedoman pada ketentuan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dalam memilih seorang perempuan untuk dijadikan istri, pertama kali hendaklah kita menilai ketaatannya dalam beragama seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits di atas. Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila ia dapat menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Orang yang beriman kepada Allah hanya meyakini ketentuanNya. Ia tidak akan mempercayai ramalan ahli nujum dan peramal misalnya, sebab orang yang mempercayai ramalannya berarti tidak sepenuhnya beriman kepada Allah SWT. Perbuatan seperti itu disebut <em>syirik</em> karena berlawanan dengan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang tahu segala yang ghaib. Orang yang berbuat <em>syirik </em>telah sesat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tanda lain seseorang dikatakan taat beragama adalah bila ia menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh Islam dengan tekun dan benar. Ibadah pokok dalam Islam dan tidak dapat ditinggalkan adalah shalat. Siapa pun yang telah memeluk Islam harus melaksanakannya. Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa shalat adalah hal yang pokok dalam Islam. Hal ini disebutkan dalam Hadits berikut: Dari Abu Hurairah RA, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akan tetapi, bila shalatnya tidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika ada yang kurang sedikit dari kewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhan yang Maha Gagah dan Maha Mulia akan berfirman: &#8216;(Wahai Malaikat), perhatikanlah apa hambaKu ini melakukan shalat sunnah sehingga dapat menyempurnakan kekurangannya dalam melakukan shalat wajib, kemudian semua amalnya akan dihisab dengan cara seperti ini.&#8217;&#8221; (H.R. Tirmidzi, Hadits Hasan)</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Maksud Hadits ini ialah seseorang dinilai taat beragama bila ia menunaikan kewajiban shalat dengan benar. Seseorang yang mengaku muslim tetapi terkadang menjalankan shalat, terkadang tidak, berarti tidak taat beragama. Bila ia melakukan shalat tetapi tidak mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, shalatnya tidak benar. Orang semacam ini termasuk orang yang tidak taat beragama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang laki-laki yang hendak menilai ketaatan calon istrinya haruslah lebih dulu mengerti ajaran Islam tentang keyakinan dan peribadatan secara benar sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasulullah SAW. Bila dia sendiri tidak tahu hal-hal yang menjadi ketetapan dan hal-hal yang bukan menjadi ketetapan Islam, tentu dia tidak akan bisa memilih calon istri yang taat beragama dengan benar menurut ketentuan syari&#8217;at Islam. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bila langkah awal telah ditempuh dengan benar, kelak rumah tangga kita akan dapat berjalan dengan serasi, harmonis dan dan penuh kemesraan karena masing-masing mendasarkan langkah dan niatnya hanya karena Allah. Segala bentuk kesulitan dan goncangan dalam mengayuh bahtera rumah tangga akan dihadapi dengan penuh ketenangan dan pikiran jernih, karena kedua belah pihak selalu pasrah dan berlindung pada kehendak dan kekuasaanNya. Sikap semacam ini akan sangat membantu suamu istri dalam membina rumah tangga sesuai dengan keridlaan Allah SWT. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebaliknya, istri tidak taat beragama, yaitu istri yang mengabaikan ajaran agama, akan menyebabkan suami sulit membimbingnya dan sulit menciptakan suasana rumah tangga yang islami. Bila suami dan istri sudah berlainan langkah dalam menilai perbuatan halal dan haram atau baik dan buruk, hal ini bisa menimbulkan pertengkaran dan perpecahan dalam berumah tangga. Rumah tangga semacam ini sulit menjadi harmonis, tentram dan tenang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selain memberi dampak buruk bagi suami, istri yang tidak taat beragama akan memberi dampak buruk pada pendidikan anak kelak. Ia tidak akan mendorong anaknya untuk taat shalat dan rajin mengaji, tidak membiasakan salam ketika keluar masuk rumah, tidak tahu membedakan najis dan suci, dan lain-lain. Anak-anak yang tidak mengenal aturan agama semacam ini kelak setelah besar mungkin sekali mudah terpengaruh oleh pergaulan yang buruk sehingga menjadi orang yang rusak akhlaqnya dan mengabaikan agama. Oleh karena itu, besar sekali bahaya istri yang tidak taat beragama untuk menjadi ibu bagi anak-anak kita. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Agar kita dapat membentuk rumah tangga yang diridlai oleh Allah dan memperoleh kebahagiaan sepanjang hayat sebelum mengambil seorang perempuan menjadi istri kita perlu mengetahui ketaatannya dalam beragama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> beberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:<br />
</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengamati caranya berpakaian, merias dan bergaul apakah sesuai dengan ketentuan Islam atau tidak. Misalnya, mengamati apakah ia memakai muslimah atau tidak, bersolek atau tidak, berkhalwat (berduaan) dengan laki-laki bukan mahram atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga dekat, atau teman-teman dekat tentang ketaatannya menjalankan shalat 5 waktu, ketaatannya menjalankan puasa Ramadhan, sikapnya kepada tetangga atau para kerabatnya, sikapnya kepada orang yang lebih tua, dan lain-lain; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Datang sendiri kepada keluarga perempuan untuk melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung. Dalam pertemuan ini, perempuan yang diinginkan harus disertai dengan anggota laki-laki keluarganya, sehingga tidak terjadi khalwat (berduaan). Pada saat inilah kita bisa meneliti berbagai hal yang ingin diketahui dari perempuan tersebut agar kita memperoleh gambaran yang jelas.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Cara-cara semacam inilah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin dalam menyelidiki calon istrinya. Kita tak boleh melakukan cara-cara di luar Islam, seperti berpacaran atau berkenalan di tengah jalan. Cara semacam ini sama sekali tidak dibenarkan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ringkasnya, laki-laki yang ingin membangun rumah tangga bahagia dan penuh kesejateraan di dunia dan di akhirat hendaklah memilih perempuan yang taat beragama untuk dijadikan istri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Insya Allah hidupnya akan bahagia<br />
 </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">2. Dari Lingkungan yang Baik</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Jauhilah olehmu khadraauddiman!&#8221; Rasulullah ditanya: &#8220;Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?&#8221; </em>Sabdanya: <em>&#8220;Wanita cantik di lingkungan yang buruk.&#8221; (H.R. Daraquthni, Hadits Lemah)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Catatan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits tersebut derajatnya lemah karena ada rawi bernama Al-Waqidi yang dinilai sebagai rawi yang sangat lemah oleh ahli hadits. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits tersebut memperingatkan kepada laki-laki muslim bahwa perempuan yang tinggal di lingkungan yang tidak baik hendaknya dijauhi. Perempuan semacam itu kemungkinan besar akhlaqnya terpengaruh lingkungannya yang tidak islami. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hal ini sering dibuktikan oleh pengalaman dalam kehidupan di tengah masyarakat selama ini. Wanita sering lebih mudah tergoda oleh hal-hal yang sepintas menyenangkan dan tampak glamor, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan terjadi. Wanita lebih mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik. Lingkungan yang tidak baik ialah lingkungan yang dipenuhi kebiasaan, tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari&#8217;at Islam. Lingkungan masyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktek pelacuran, gemar minum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya merupakan contoh lingkungan yang tidak baik. Lingkungan semacam ini jelas merugikan pembinaan akhlaq dan keagamaan masyarakatnya, baik perempuan maupun laki-laki. Lingkungan yang dipenuhi dengan praktek pelacuran tentu amat membahayakan pembinaan akhlaq warga perempuannya. Biasanya warga laki-lakinya banyak yang lebih dulu terjerumus sehinga kaum perempuan terdorong untuk lebih berani terjun dalam kesesatan seperti itu. Hal ini disebabkan kaum laki-lakinya tidak bisa diandalkan sebagai pelindung kaum wanitanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Memang tidak bisa dijadikan sebagai satu kepastian untuk menyimpulkan bahwa setiap perempuan yang tinggal di lingkungan yang buruk otomatis berakhlaq tidak baik. Beberapa contoh kita temukan dalam sejarah bahwa ada wanita yang tetap tegak dalam keyakinan tauhid walaupun berada di tengah-tengah lingkungan penuh dengan dosa dan kemusyrikan; Di antaranya adalah &#8216;Aisyah, istri Fir&#8217;aun dan Masyithah, pelayan perempuan di istana Fir&#8217;aun. Kedua perempuan ini ternyata teguh dalam mengikuti ajaran Musa AS. Akan tetapi, perempuan-perempuan seperti mereka sulit kita dapatkan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Suami yang istrinya berasal dari lingkungan tidak baik mempunyai resiko amat besar karena akhlaq dan kebiasaan buruk yang telah mendarah daging dalam diri sulit diubah dalam waktu relatif singkat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan yang biasa mengangap pergaulan bebas dan pelacuran sebagai hal yang lumrah dalam masyarakat, akan sulit mentaati ketentuan agama yang melarang laki-laki dan perempuan bukan mahram bergaul bebas. Bila kelak dia menjadi istri dari suami yang lingkungan keluarganya taat beragama, akan terasa sulit dan berat baginya untuk mematuhi akhlaq agama. Ketika suaminya tidak di rumah, ia akan merasa tidak berdosa menerima teman lelakinya yang bebas berkunjung ke rumah. Bila suami menegur, ia akan menjawab dengan enteng bahwa hal itu telah lumrah. Ia sama sekali tidak mau mengindahkan syari&#8217;at Islam, bahkan menganggapnya sebagai belenggu yang menekan dirinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang bersikap semacam ini jelas akan menimbulkan konflik dengan suaminya sehingga terjadi pertengakaran. Hal itu disebabkan istri enggan mematuhi syari&#8217;at Islam yang dipandangnya bertentangan dengan tradisi lingkungan yang tidak islami. Tak ada suami atau istri yang menghendaki rumah tangganya dipenuhi pertengkaran dan perselisihan setiap hari. Pertengaran dan perselisihan dalam rumah tangga mengakibatkan tekanan dan depresi bagi suami istri. Untuk mencegah hal ini, Islam memberikan tuntunan kepada kita agar dalam memilih calon istri hendaklah memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jadi, walau pun Hadits tersebut lemah, isi dan maksud Hadits di atas dapat dipergunakan sebagai pedoman umum sehingga kita lebih dapat berhati-hati dalam menilai akhlaq seorang perempuan. Kita dapat menjadikannya sebagai peringatan agar kita lebih mengutamakan calon istri yang tinggal di lingkungan yang baik. Untuk mengetahui kualitas lingkungan tempat tinggal calon istri, kita dapat mengamati hal-hal yang berhubungan dengan:</span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tempat tinggalnya, yaitu apakah yang bersangkutan tinggal di lingkungan yang islami atau tidak. Kalau lingkungannya biasa digunakan sebagai tempat berjudi, bermabuk-mabukan,  menyabung ayam dan maksiat lainnya, kecil kemungkinan orang yang tinggal di tempat semacam ini taat beragama; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Keluarganya, yaitu apakah keluargannya orang-orang yang taat menjalankan syari&#8217;at Islam atau tidak. Jika ia berasal dari keluarga yang tidak peduli dengan agama, misalnya tidak taat shalat, tidak taat puasa, tidak peduli akan halal dan haram dalam mencari nafkah, anggota keluarga yang perempuan tidak berpakaian muslimah di luar rumah atau tidak baik hubungannya dengan tetangga atau kerabat dekatnya, kita harus berhati-hati agar kita selamat dari kemungkinan-kemungkinan tidak baik saat membina rumah tangga kelak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Lingkungan pendidikannya, yaitu lingkungan di mana dia memperoleh pendidikan islami atau tidak. Ringkasnya, kaum laki-laki dalam memilih calon istri sebaiknya memperhat ikan aspek lingkungannya. Mereka sebaiknya lebih mengutamakan perempuan yang tinggal di lingkungan yang baik. Semakin baik lingkungan asalnya, akan semakin besar sumbangannya dalam mewujudkan pembinaan rumah tangga yang bahagia. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">3. Perawan</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perang Dzatur Riqa&#8217;: <em>&#8220;Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?&#8221; </em>Saya menjawab: <em>&#8220;Ya, wahai Rasulullah.&#8221; </em>Sabdanya: <em>&#8220;Dengan janda atau perawan?&#8221; </em>Saya menjawab:<em> &#8220;Janda.&#8221; </em>Sabdanya: <em>&#8220;Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?&#8221;</em> Saya menjawab: <em>&#8220;Sesungguhnya ayahku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang &#8216;mumpuni&#8217;, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.&#8221; </em></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sabdanya: <em>&#8220;Engkau benar, insya Allah.&#8221; (H.R. Bukhari dan Muslim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits tersebut memberikan dorongan kepada kaum laki-laki untuk memilih calon istri yang perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah. Perempuan-perempuan yang masih perawan belum pernah mengenal kemesraan dengan laki-laki sehingga hatinya masih polos dan bersih. Ia tidak memiliki kenangan masa lalu dengan laki-laki lain sehingga ketika ia bercengkerama dengan laki-laki yang baru menjadi suaminya, hati dan angan-angannya hanya tertuju kepada suami. Ia hanya merasakan sentuhan kemesraan dari laki-laki yang menjadi suaminya. Seluruh perhatian, cinta, serta kasih sayangnya dicurahkan kepada suami tanpa membandingkan dengan laki-laki lain. Keadaan semacam inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits tersebut dengan sabdanya: <em>&#8220;Engkau bisa bergurau dengannya dan dia pun bisa bergurau mesra denganmu.&#8221;</em> Suasana semacam inilah yang dinyatakan Rasulullah kemungkinan besar hanya bisa tercipta dengan istri yang masih perawan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Laki-laki muslim sebaiknya berhati-hati terhadap perempuan yang pernah berpacaran atau gemar berganti pacar. Perempuan yang pernah berpacaran pernah mengenal kemesraan dengan laki-laki sehingga hatinya tidak polos dan tidak bersih lagi. Ia sudah tentu memiliki kenangan masa lalu dengan pacarnya sehingga ketika ia bercengkerama dengan suami, hati dan angan-angannya tidak sepenuhnya tertuju kepada suaminya. Ia akan membandingkan sentuhan kemesraan antara pacarnya dulu dengan suaminya. Selain itu, keperawanannya juga harus dipertanyakan karena tidak bisa dipastikan sejauh mana ia berhubungan dengan pacarnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui keperawanan calon istri seorang laki-laki dapat melakukan cara-cara berikut ini:</span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan hal tersebut kepada yang bersangkutan ketika bermaksud melamar; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan hal tersebut kepada keluarga atau kerabat atau tetangga dekatnya yang dinilai jujur, adil dan objektif; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Melakukan pemeriksaan medis bilamana ingin memperoleh keyakinan bahwa yang bersangkutan benar-benar perawan. Akan tetapi, cara semacam ini harus mendapat persetujuan dari perempuan yang bersangkutan, karena hal ini bisa dianggap merendahkan martabatnya.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits Rasulullah SAW tersebut merupakan anjuran kepada laki-laki muslim untuk memilih perempuan yang perawan sebagai istri, namun bukan larangan kepada laki-laki muslim untuk memperistri perempuan janda. Rasulullah mengingatkan bahwa dengan memperistri perempuan perawan kemungkinan besar akan lebih dapat menciptakan suasana kemesraan yang lebih mendalam dibandingkan dengan beristrikan perempuan janda. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Oleh karena itu, laki-laki yang menginginkan suasana mesra dan perhatian sepenuh hati dari istrinya, hendaklah memilih perempuan yang masih perawan.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">4. Penyabar</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Allah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11: <em>&#8220;Allah menjadikan istri Fir&#8217;aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: &#8216;Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam syura; dan selamatkanlah aku dari Fir&#8217;aun dan perbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim&#8217;.&#8221;</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sabar dalam bahasa Arab artinya lapang dada menerima kepahitan, kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bila seseorang menggerutu menghadapi kesulitan, jengkel dan marah menghadapi rintangan. Dia dikatakan tidak sabar. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Maksud ayat tersebut ialah bahwa seorang istri yang sabar menghadapi perilaku buruk suaminya sangat membantu mempertahankan keutuhan rumah tangga. Dalam kasus tersebut, istri Fira&#8217;aun sangat sabar menerima kekejaman Fir&#8217;aun terhadap dirinya. Ia tetap tabah menghadapi kekejaman suaminya dan hanya pasrah pada Allah. Istri penyabar seperti istri Fir&#8217;aun yang Allah gambarkan pada ayat tersebut tentu memberikan jasa sangat besar dalam memelihara keutuhan rumah tangga, kebahagiaan suami dan kegembiraan anak-anaknya. Ia tidak akan mudah menceritakan kesulitan dan berbagai permasalahan yang akan menyedihkan dan mencemaskan suaminya. Walaupun sebenarnya istri menyimpan kepahitan dalam hatinya, semua kesulitan dihadapinya dengan penuh ketabahan dan sikap pasrah kepada Allah. Hal itu menjadikan rumah tangganya selalu dipenuhi kegembiraan, keceriaan dan penuh tawa. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan, ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan orang lain. Istri yang sabar tidak akan manceritakan sikap buruk suami kepada anak-anaknya, karena ia tidak ingin melibatkan anak-anaknya dalam persoalan yang tengah dihadapinya. Sebaliknya, ia selalu memuji akhlaq suaminya di hadapan anak dan orang tuanya. Sikap semacam ini akan menciptakan hubungan mesra dalam rumah tangga karena anak-anak selalu menaruh hormat kepada ayahnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebaliknya istri yang pemarah, suka membantah dan suka memaki suaminya akan menimbulkan konflik berkepanjangan dalam rumah tangganya. Bahkan konflik tersebut bisa melebar kepada anak-anak, orang tua dan mertuanya. Jika hal ini terjadi, pasti anak-anak dalam rumah tangga semacam ini akan mengalami stress dan kebingungan. Selain itu, tetangga pun akan merasa enggan berdekatan dengan rumah tangga yang dipenuhi konflik. Mereka mungkin saja turut merasakan ketegangan karena boleh jadi anak-anak yang berasal dari keluarga yang penuh konflik akan menimbulkan gangguan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap laki-laki sangat perlu memperhatikan sifat calon istrinya, apakah dia bersifat penyabar atau pemarah, tabah menempuh kesulitan atau manja. Hal ini perlu diketahui sebab sifat-sifat buruk banyak berpengaruh dalam hidup berumah tangga. Bukankah tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga dengan suasana penuh pertentangan, perselisihan dan permusuhan yang hanya akan menciptakan hidup penuh derita dan nestapa. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri penyabar atau tidak, dapat dilakukan penyelidikan dengan cara-cara antara lain:</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"><font face="Verdana">1. </font>Menanyakan hal tersebut kepada teman atau tetangga dekatnya yang jujur dan adil bagaimana sikap yang bersangkutan dalam menghadapi kesulitan, rintangan dan kepahitan. Misalnya, dengan mengamati sikapnya apabila ada teman yang berbuat salah kepadanya, apakah dia cepat memarahi ataukah menerimanya dengan tenang. Apabila ternyata dia bersikap tenang tanpa menunjukkan sikap jengkel atau marah berarti ia orang yang sabar; </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">2. Mengamati dan mengujinya dengan beberapa hal berikut: reaksinya ketika disuruh menunggu; reaksinya ketika ditegur karena melakukan kesalahan; reaksinya ketika dihadapkan pada kesulitan; sikapnya ketika menghadapi anak kecil, orang tua, orang sakit, orang lanjut usia, dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap suami ingin istrinya mempunyai kesabaran jauh lebih besar daripada dirinya. Dia ingin menjadikan istrinya sebagai tempat menumpahkan segala keresahan hati dalam menghadapi problem kehidupan. Dia ingin agar istri dapat menenangkan suami dengan kesabaran dari segala keresahannya sehingga suami memperoleh kesegaran dan dorongan hidup lebih baik. Oleh karena itu, setiap laki-laki harus benar-benar mengutamakan calon istri yang penyabar. Insya Allah, segala tantangan dan kesulitan dalam rumah tangga akan teratasi dengan baik sehingga tercipta keluarga bahagia.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">5. Memikat Hati</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa&#8217; ayat 3: <em>&#8220;Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, &#8230;&#8221;</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ayat tersebut menyebutkan agar laki-laki memilih perempuan yang memikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kata-kata yang dipergunakan pada ayat di atas yaitu &#8220;<em>thaaba</em>&#8220;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kata ini berarti:<br />
  </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Baik, seperti dalam kalimat: &#8220;<em>Hadzaa syaiun thayyib</em>.&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">(Ini adalah urusan yang baik). Kata <em>thayyib </em>berasal dari <em>thaaba</em>; </span></p>
<ol>
<li> 
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hatinya baik, seperti pada kalimat: &#8220;<em>Hiya imra&#8217;atun thaabat nafsuha</em>&#8220;. (Perempuan ini baik hatinya); </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ya, sebagai kata jawab, seperti dalam kalimat: &#8220;<em>Thayyib, ana hadhir</em>&#8220;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">(Ya, saya datang).</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dari ketiga arti di atas kita dapat mengetahui bahwa arti kata <em>thaaba</em> pada ayat tersebut adalah sifat baik hati, akhlaq dan kepribadian perempuan yang membuat calon suaminya merasa tertarik dan senang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tanpa adanya faktor-faktor ini, rasa tertarik, senang dan terpikat tidak akan ada. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akan memberi semangat untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang sakinah dan damai. Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan tercipta kemesraan dan keintiman dalam hidup berumah tangga. Oleh karena itu, laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagai calon istrinya harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah hatinya benar-benar merasa senang dan terpikat kepada perempuan tersebut atau tidak. Ia harus jujur menghayati perasaannya sendiri dalam memperhatikan hal-ihwal perempuan yang diminati sebelumme lamarnya, apalagi menikahinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Daya tarik yang utama dan bertahan lama, bahkan sampai akhir hayat adalah daya tarik akhlaq dan ketaatan perempuan yang bersangkutan kepada Allah dan RasulNya. Adapun daya tarik lainnya adakalanya menyebabkan kebosanan atau kebencian di belakang hari. Kecantikan, misalnya, semakin lama akan memudar. Suami tidak menaruh cinta lagi kepada istrinya karena ia tidak cantik lagi, atau karena suatu musibah yang merusak kecantikan istri, suami tidak lagi tertatik, bahkan menjauhinya. Daya tarik lainnya adalah kekayaan. Seorang laki-laki memperistri seorang perempuan karena tertarik pada kekayaannya. Setelah menikah sekian tahun, harta kekayaan istri habis, sehingga suami kehilangan rasa tertarik terhadap istrinya. Oleh karena itu, yang akan menjamin suami tertarik dan terpesona kepada istrinya secara langgeng adalah daya tarik akhlaq dan ketaatan beragama seorang perempuan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk memastikan apakah seorang laki-laki tertarik kepada calon istrinya atau tidak, dia hendaklah menguji kejujuran hatinya berulang kali dengan cara-cara antara lain:<br />
  </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"></span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Membandingkannya dengan perempuan lain. Jika hatinya ternyata masih bimbang, berarti dia belum terpikat sepenuh hati kepada perempuan tersebut; </span></p>
<ol>
<li> 
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengendapkan keinginannya lebih lama kepada perempuan tersebut sehingga dapat lebih diyakini ketertarikan dan kesenangan hatinya. Jika setelah beberapa lama ternyata ia masih tetap tertarik dan menyenanginya, berarti perempuan tersebut mendapatkan nilai yang tinggi di dalam hatinya; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengamati daya tarik perempuan tersebut dengan seksama apakah daya tariknya merupakan sifat-sifat asli atau sekadar polesan. Dengan mengetahui keadaan sebenarnya, ketertarikan terhadap perempuan yang bersangkutan akan langgeng karena benar-benar timbul dari dalam hatinya. Sebaliknya, jika daya tarik perempuan itu hanya bersifat polesan, dia lebih baik mengundurkan diri, karena daya tarik yang sifatnya polesan tidak bertahan lama.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap laki-laki perlu memperhatikan aspek ini sebagai tolok ukur dalam menilai perempuan yang menjadi calon istrinya agar terhindar dari keadaan yang tidak diinginkan saat berumah tangga nanti. Sering terjadi seorang laki-laki sangat kecewa dan menyesal karena istri yang dahulu dinilai memiliki sifat-sifat terpuji, terbukti memiliki sifat-sifat sebaliknya. Sifat yang dulu ditampilkan di hadapan calon suaminya ternyata hanya polesan. Akibatnya, wanita yang dipilih menjadi istrinya benar-benar dirasakan sebagai orang lain, bukan wanita yang didambakanya sebelumnya. Kejadian semacam ini hanya meninggalkan rasa perih, kecewa, dan marah yang terpendam. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Berikut ini kami kemukakan beberapa contoh perempuan yang memiliki daya tarik polesan atau semu:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan yang terlihat cantik karena bersolek. Karena setelah menjadi istri ia tidak mampu membeli peralatan kecantikan, terlihatlah keadaan aslinya. Suami melihat bahwa istri yang disangka benar-benar cantik alami ternyata tidak cantik. Kecantikannya hanya polesan belaka. Untuk mempertahankan penampilannya suami harus mengeluarkan biaya banyak sehingga menguras pendapatanya. Hal semacam ini menimbulkan kejengkelan dan kemarahan sehingga ia membenci istrinya; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan dari status sosial yang terhormat tetapi sikapnya merendahkan suaminya. Ia memandang suaminya yang harus menghormati dirinya, bukan dia yang harus menghormati suaminya. Pada awalnya suami tidak begitu merasa terhina oleh sikap istrinya, tetapi semakin lama suami merasakan bahwa dirinya tidak dihargai oleh istrinya sebagai kepala rumah tangga. Suami merasa kecewa dan jengkel kepada istrinya sehingga mereka semakin renggang. Suasana semacam ini mengakibatkan rumah tangga tidak lagi dipenuhi kecintaan dan kemesraan, yang ada hanyalah permusuhan yang tersembunyi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangga Allah menegaskan dengan firmanNya pada ayat di atas agar laki-laki memilih perempuan yang benar-benar disenanginya dan memiliki daya pikat sejati. Ia jangan mudah tertipu penglihatan sepintas terhadap kecantikan, kekayaan, dan status sosial yang lebih banyak dibangkitkan oleh selera rendah yang sifatnya sementara. Ia hendaklah benar-benar menguji hati nuraninya dengan cara-cara yang benar sehingga yakin bahwa perempuan yang hendak dijadikan istrinya benar-benar sesuai dengan hati nuraninya. Pengamatan jeli dan seksama dalam memilih calon istri yang sesuai dengan tuntutan Islam merupakan hal utama yang harus ia lakukan.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">6. Amanah</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Allah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa&#8217; ayat 34: <em>&#8220;&#8230; Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya&#8230;&#8221;</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Sebaik-baik istri yaitu yang meyenangkanmu ketika kamu lihat; taat kepadamu ketika kamu suruh; menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi.&#8221; (H.R. Thabarani, dari &#8216;Abdullah bin Salam)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Amanah yaitu tanggung jawab memenuhi kepercayaan orang kepadanya. Apa saja yang dipercayakan orang kepadanya dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan pemberi kepercayaan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ayat tersebut menjelaskan sifat istri yang baik, yaitu benar-benar bisa memelihara kehormatan dirinya pada saat suaminya tidak di rumah. Ia juga menjaga dengan amanah harta benda suaminya selama dia tidak di rumah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits di atas menjelaskan bahwa setiap istri dituntut untuk amanah terhadap suaminya dalam mengelola harta suami yang dipercayakan kepadanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang istri harus memiliki sifat amanah karena ia diberi kepercayaan oleh suaminya mengenai segala macam urusan diri dan keluarganya, bahkan seluruh rahasia suaminya. Suami bukan hanya mempercayakan harta kekayaan kepadanya, melainkan juga mempercayakan kehormatan dan keamanan anak-anaknya. Hal ini menuntut adanya sifat amanah istri sehingga ia tidak akan melakukan kecurangan ketika suami tidak ada, atau menipu suaminya sehingga menjerumuskannya ke dalam malapetaka. Misalnya, karena kekurangan uang belanja ia menyebarkan hal tersebut kepada orang lain, atau menyampaikan aib suami kepada orang lain sekalipun tidak bermaksud jahat. Hal semacam ini sudah merupakan tindakan khianat istri kepada suami. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang amanah tentu tidak akan mengabaikan tanggung jawabnya menjaga dan memelihara segala hal yang dipercayakan kepadanya. Ia akan memelihara suasana rumah tangga penuh rasa kasih sayang dan cinta. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sungguh sangat besar bahaya istri yang tidak amanah bagi keselamatan dan keamanan suami. Istri yang curang dalam menggunakan harta kekayaan suami akan memberatkan suami dalam mencari pemenuhan kebutuhan keluarga. Istri yang tidak dapat menyimpan cacat cela dan rahasia suami akan merusak kehormatan suaminya. Istri yang tidak dapat menjaga anak-anak suaminya dengan baik akan menyusahkan suami dalam membina kehidupan anak-anaknya menjadi orang yang shalih. Istri yang tidak amanah akan menimbulkan ketegangan dan perselisihan karena hal yang diamanahkan kepadanya tidak dijaga dengan baik. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Oleh karena itu, setiap laki-laki yang ingin memperistri seorang perempuan harus benar-benar memperhatikan ada tidaknya sifat amanah pada calon istrinya. Jika ternyata ia seorang perempuan yang kurang baik amanahnya dan kecil harapan untuk diperbaiki, perempuan semacam ini sebaiknya tidak dijadikan istri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri amanah atau tidak, dapat dilakukan upaya-upaya berikut:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada kerabat atau tetangga atau teman dekatnya yang jujur dan berakhlaq baik apakah dia orang yang dapat dipercaya bila diberi kepercayaan mengurus dan menyimpan sesuatu atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menyelidiki perilakunya apakah ia dapat dipercaya dalam melaksanakan kepercayaan orang kepadanya atau tidak. Misalnya dengan mengamati sikapnya bila dititipi uang apakah ia dapat dipercaya atau tidak. Bisa juga dengan mengamati apakah ia selalu memenuhi janji dengan baik atau tidak bila berjanji; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menyelidiki perilaku keluarganya berkenaan dengan sifat amanah apakah keluarganya dapat dipercaya dalam menjaga harta titipan dan selalu memenuhi janji atau tidak. Dengan bercermin pada keadaan keluarganya besar kemungkinan yang bersangkutan juga menjadi perempuan yang amanah. Sebaliknya, jika keluarganya dikenal sebagai orang yang tidak dapat dipercaya, kemungkinan anaknya begitu.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jadi, karena istri yang amanah sangat berperan penting dalam menciptakan kehidupan keluarga yang baik, laki-laki yang ingin membina rumah tangga harus selalu mengutamakan istri yang amanah. Dengan istri yang amanah insya Allah kehidupan keluarga tidak akan banyak beban sehingga tercipta keluarga yang sakinah.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">7. Tidak Bersolek Bila Keluar Rumah</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita-wanita pesolek (di luar rumah) adalah wanita-wanita munafik&#8221;. (H.R. Abu Nu&#8217;aim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Maksud Hadits di atas ialah perempuan yang suka bersolek ketika keluar rumah adalah perempuan munafik. Orang munafik perkataannya tidak bisa dipercaya, janjinya tidak bisa dipegang dan kejujurannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Oleh karena itu, perempuan yang suka bersolek ketika keluar rumah berarti memiliki sifat-sifat buruk. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sifat perempuan dalam menampilkan dirinya macam-macam. Ada perempuan yang suka bersolek, ia dapat memoles dirinya dengan baik sehingga terlihat cantik dan kekurangannya tertutupi. Tindakannya bertujuan untuk menawan hati orang lain, terutama lawan jenisnya. Perempuan semacam ini disebut munafik karena selalu berpura-pura dalam menampilkan dirinya dan menyembunyikan keadaan sesungguhnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selain itu,ada perempuan yang tampil apa adanya, ia tidak mau mengenakan macam alat kecantikan. Ia selalu menampakkan dirinya dengan polos, tetapi memperlihatkan budi pekerti yang baik dan akhlaq yang terpuji. Ia berpakaian sederhana apa adanya. Perempuan semacam ini lebih mengutamakan kecantikan dan keindahan batin daripada keindahan lahirnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Di antara dua sifat perempuan tersebut, perempuan yang tampil apa adanya, polos, dan sederhana itulah yang berakhlaq baik. Perempuan semacam inilah yang seharusnya menjadi pilihan laki-laki beriman untuk dijadikan istri. Ia bisa diharapkan untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang penuh kedamaian, keceriaan, kasih sayang dan kebahagiaan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang bersolek bila keluar rumah termasuk wanita munafik karena ia berusaha terlihat cantik di mata orang lain, bukan di hadapan suaminya. Ia akan membuat hati suami selalu dibayangi kebimbangan. Suami menjadi selalu khawatir jangan-jangan istrinya tidak dapat menjaga dirinya dari rayuan laki-laki lain atau bercengkerama dengan laki-laki lain ketika dia tidak di rumah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ia juga bimbang bila memberi uang belanja karena mungkin sekali istrinya menghamburkannya di luar pengetahuan suami. Ia juga sulit mempercayai apa yang dibicarakan istrinya. Kebimbangan semacam ini tentu dapat mengganggu ketentraman dalam rumah tangga, bahkan bisa memicu pertengkaran. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri pesolek menimbulkan beban psikologis bagi suami. Kegemarannya bersolek bila keluar rumah bisa mengundang selera laki-laki lain terhadap dirinya. Hal ini tentu akan menimbulkan salah paham dengan suaminya. Suami akan merasa curiga setiap saat sehingga timbul pertengkaran dalam rumah tangga. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selain beban psikologis, istri pesolek juga akan menimbulkan banyak problem bagi suaminya karena kegemarannya bersolek menyebabkan suami harus mengeluarkan banyak uang. Hal semacam ini tentu akan membebani suami, bila pendapatan suami hanya cukup untuk makan sehari-hari. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Karena begitu besarnya kendala beristri perempuan pesolek, seorang lelaki hendaklah lebih dahulu meneliti dan mencermati calon istrinya. Jika ternyata dia seorang yang benar-benar gemar bersolek, bahkan biasa bersolek sejak kecil, hendaklah ia mempertimbangkan dengan seksama apakah ha itu akan menimbulkan malapetaka atau tidak bagi dirinya kelak. Jika kegemarannya besolek bukan kebiasaan sejak kecil, melainkan sekadar pengaruh teman dan ada harapan untuk diperbaiki, ia harus tetap mempertimbangkan pemilihannya, sebab boleh jadi pengaruh temannya akan menjadi kebiasaan. Ia harus benar-benar bersikap objektif dalam menilai kemampuannya mengayomi perempuan tersebut. Langkah terbaik adalah mendasarkan pilihannya sesuai dengan tuntunan syari&#8217;at Islam supaya kelak tidak menyesal. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri pesolek atau bukan, dengan mudah dapat dilihat dari penampilannya sehari-hari. Bila ia menampilkan diri secara polos dan sederhana walaupun sebenarnya dia berkecukupan, wanita semacam ini termasuk bukan pesolek. Akan tetapi, jika ia tampil dengan polos hanya karena keadaan ekonominya lemah, hal ini perlu dipertimbangkan dan diselidiki lebih jauh. Kita perlu meneliti lebih jauh penampilannya pada saat-saat tertentu, misalya pada saat menghadiri acara pesta perkawinan, wisuda dan lain-lain, apakah tetap tampil apa adanya atau bersolek di luar kebiasaannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ringkasnya, setiap laki-laki hendaklah memperhatikan masalah ini dengan seksama agar kelak tidak menyesal dalam membina rumah tangga dengan perempuan yang didambakannya. Hal ini perlu dilakukan jika ia menghendaki rumah tangga yang dipenuhi dengan keharmonisan, kemesraan dan kebahagiaan. Oleh karena itulah, ia hendaklah berhati-hati agar tidak memilih perempuan yang gemar bersolek bila keluar rumah.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">8. Kufu&#8217; dalam Beragama</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits-Hadits berikut: </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">&#8220;Wahai Bani Bayadhah, kawinkanlah (perempuan-perempuan kamu) dengan Abu Hind; dan kawinlah kamu dengan (perempuan-perempuan)nya.&#8221; (H.R. Abu Dawud)</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">&#8220;Orang-orang Arab satu dengan lainnya adalah kufu&#8217;. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bekas budak satu dengan lainnya adalah kufu&#8217; pula.&#8221; (H.R. Bazar)</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">&#8220;Sesungguhnya Allah memuliakan Kinanah di atas Bani Isma&#8217;il dan memuliakan Quraisy di atas Kinanah dan memuliakan Bani Hasyim di atas Quraisy dan memuliakan aku di atas Bani Hasyim&#8230; Jadi, akulah yang terbaik di atas yang terbaik.&#8221; (H.R. Muslim)</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kata kufu&#8217; artinya sepadan atau setara. Dalam pengertian adat-istiadat, kufu&#8217; ialah kedudukan setara antara calon suami dengan calon istri, baik dalam urusan agama, keturunan, nasab mau pun kedudukan sosial dan ekonomi. Bila calon pasangan dalam hal-hal tersebut setara, maka mereka disebut kufu&#8217;. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits-hadits di atas memberikan penjelasan kufu&#8217; dalam pandangan syari&#8217;at Islam. Hadits pertama menjelaskan bahwa Rasulullah memerintahkan Bani Bayadhah untuk mengawinkan anak-anak perempuannya dengan laki-laki dari keturunan Abu Hind. Klen Abu Hind ini dikenal sebagai pengrajin. Profesi pengrajin di lingkungan Arab dipandang rendah sehingga keturunan mereka dinilai tidak kufu&#8217; dengan keturunan Bani Bayadhah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits kedua menjelaskan bahwa semua suku Arab kufu&#8217; sehingga tidak alasan bagi suatu suku tertentu merasa lebih tinggi daripada suku lain. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits ketiga menjelaskan bahwa suku yang paling mulia dilingkungan bangsa Arab adalah Quraisy, sedangkan klen yang paling mulia di lingkungan suku Quraisy adalah Bani Hasyim dan warga Bani Hasyim yang paling mulia adalah Nabi Muhammad SAW.  Hadits ketiga ini tidak menunjukkan adanya pembenaran bahwa suku selain Quraisy tidak kufu&#8217; dengan suku Quraisy, atau klen selain Bani Hasyim tidak kufu&#8217; dengan klen Bani Hasyim, sehingga antara laki-laki dan perempuan yang berbeda suku atau klen tidak boleh menikah. Oleh karena itu, tidak ada pembenaran bagi mereka untuk menolak kawin dengan suku atau klen mana saja dengan alasan status sosialnya tidak kufu&#8217;. Bila perkawinan antarklen atau suku yang tidak kufu&#8217; dilarang, tentu saja tidak akan ada laki-laki yang dipandang kufu&#8217; menjadi suami putri-putri Rasulullah, sebab Rasulullah SAW adalah orang yang paling mulia di lingkungan klen Bani Hasyim. Kenyataannya, putri Rasulullah diperistri oleh laki-laki yang klen atau keluarganya lebih rendah . Ummu Kultsum contohnya, diperistri oleh &#8216;Utsman bin &#8216;Affan yang klennya lebih rendah daripada Bani Hasyim, dan Fathimah diperisteri oleh &#8216;Ali yang keluarganya lebih rendah daripada keluarga Rasulullah SAW. Hal ini membuktikan bahwa anjuran agar mencari pasangan yang kufu&#8217; maksudnya bukanlah kufu&#8217; dalam pengertian nasab, kedudukan sosial ekonomi, suku atau keluarga, melainkan kufu&#8217; dalam beragama. Mengapa hanya agama yang menjadi tolok ukur kufu&#8217; untuk memilih istri? Karena agama merupakan bekal utama yang melandasi kemampuan dan tanggung jawab seorang perempuan untuk menjadi istri yang shalihah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kufu&#8217; dalam beragama ini ialah kualitas akhlaq dan ketaatan beragama calon pasangan benar-benar setara. Apabila suami lebih baik, sedang istri kurang, keduanya dikatakan kurang kufu&#8217;. Sebaliknya, jika istri lebih baik, ia dikatakan tidak kufu&#8217; sebab suami dituntut memiliki kualitas lebih baik atau setidak-tidaknya setara. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Islam menganjurkan memilih istri yang kufu&#8217; dalam beragama agar kelak tercipta suasana sakinah dan mawaddah dalam hidup berumah tangga. Bila antara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidang akhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, hal ini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yang dipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepada Allah. Demikianlah, karena istri yang tidak kufu&#8217; memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai baik buruk suatu masalah sehingga dalam rumah tangga muncul dua norma yang bisa berbeda. Hal ini sangat berbahaya bagi pembinaan akhlaq suami istri dan anak-anaknya. Bukanlah tujuan setiap orang membina rumah tangga adalah untuk memperoleh kebahagiaan sebesar-besarnya di dunia dan keselamatan di akhirat kelak? Kalau tujuan semacam ini tidak dapat diwujudkan, yang akan terjadi adalah perselisihan yang menyebabkan perderitaan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengukur kufu&#8217; atau tidaknya calon istri, perlu diadakan pengamatan dan penelitian seksama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> beberapa cara yang bisa ditempuh, antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan akhlaq dan ibadah perempuan tersebut kepada teman-teman dekatnya atau tetangga dekatnya yang adil dan jujur dalam menilai orang; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengamati akhlaq dan ibadah keluarga perempuan yang bersangkutan. Bila keluarganya ahli ibadah dan baik akhlaqnya, kemungkinan besar akhlaq perempuan tersebut seperti keluarganya.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Adapun kufu&#8217; dalam bidang lain, seperti tingkat pendidikan, sosial, ekonomi dan lain-lain bukan merupkan masalah pokok yang dapat menghalangi upaya penciptaan rumah tangga yang sakinah dan mawaddah. Masalah-masalah semacam itu dapat diatasi dengan cara melakukan peningkatan secara bertahap dari pihak yang bersangkutan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Istri yang pendidikannya jauh lebih rendah daripada suami misalnya, tetapi memiliki kecerdasan yang cukup untuk menambah ilmunya baik secara otodidak maupun melalui kursus-kursus dapat mengimbangi kedudukan suami. Begitu pula istri yang berasal dari kalangan ekonomi rendah tetapi memiliki pendidikan yang cukup, kedudukannya otomatis akan terangkat sehingga kedudukannya setara dengan suaminya. Begitu juga dalam hal kedudukan sosial dan lainnya, istri dapat mencapai kesetaraan selama suami mau menerima dan mengusahakan peningkatan kualitas dirinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Berbeda sekali bila calon istri akhlaqnya rendah dan perilakunya dalam beragama rusak. Perbaikan dan peningkatan dalam hal ini sangat berat sebab untuk mengubah akhlaq yang buruk menjadi baik bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, bahkan dapat mempengaruhi yang baik menjadi rusak. Itulah sebabnya Rasulullah SAW, juga para ulama mengingatkan agar laki-laki yang hendak menikah benar-benar memperhatikan masalah kualitas agama calon istrinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jadi, walau pun masalah kufu&#8217; di luar aspek agama tidak menjadi tuntutan pokok, patut juga kita perhatikan hal tersebut dengan baik agar kita lebih mudah menciptakan keluarga yang bahagia, penuh ketenangan dan sejahtera. Kita sebaiknya berusaha untuk mendapatkan pasangan yang kufu&#8217; dalam seluruh aspek mencakup akhlaq, ibadah, pendidikan, kedudukan sosial, ekonomi dan latar belakang kultur. Semakin banyak persamaan antara calon pasangan, akan semakin mudah kita membina kesatuan dalam keluarga. Inilah yang harus kita usahakan agar tujuan kita mewujudkan rumah tangga yang penuh keberkahan, kebahagiaan dan ketenangan tercapai.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">9. Tidak Materialis</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam Hadits berikut disebutkan: Dari Ibnu &#8216;Abbas RA, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Ada empat perkara, siapa mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawini bukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiat dan bukan menginginkan hartanya.&#8221; (H.R. Thabarani, Hadits Hasan)</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan juga dalam Hadits berikut bahwa: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bilamana ia mudah dilamar, murah mas kawinnya dan subur peranakannya.&#8221; (H.R. Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari &#8216;Aisyah)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Materialis adalah sifat lebih mengutamakan materi dan cenderung tidak mau mengeluarkan hartanya untuk kepentingan orang lain atau kebajikan umum. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Wanita materialis mengukur derajat dan martabat seorang laki-laki semata-mata dari sisi harta kekayaannya. Ia mau menjadi istri seseorang asalkan yang bersangkutan mampu memenuhi tuntutan-tuntutan materinya. Ia selalu medambakan kemewahan dan bertumpuknya harta kekayaan tanpa mempedulikan halal dan haramnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Maksud Hadits pertama ialah perempuan yang baik dijadikan istri antara lain karena tidak bermaksud mengejar harta dan tidak pula menjerumuskan suaminya untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Misalnya mendorong suaminya untuk mencari harta sebanyak-banyaknya walaupun dengan cara haram atau hanya mengeruk harta kekayaan suami dan meninggalkannya bila suami jatuh miskin. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits kedua menerangkan bahwa salah satu ciri wanita yang tidak materialis. Perempuan semacam ini kelak akan membawa berkah bagi keluarganya karena mau menerima keadaan suami sehingga tidak menyulitkan suaminya dalam memenuhi kebutuhan keluarga kelak. Sikap semacam inilah yang dapat menciptakan suasana keluarga penuh dengan rasa riang dan bahagia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam memilih calon istri kita diperintahkan agar mencari wanita yang ridha menerima mahar sedikit, walaupun laki-laki dianjurkan untuk memberikan mahar yang banyak kepada calon istrinya seperti yang disebutkan dalam Q.S. An-Nisaa&#8217; ayat 4: <em>&#8220;Berikanlah mas kawin kepada wanita (yang kamu nikahi) dengan mas kawin yang menyenangkan &#8230;&#8221;</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri materialis atau tidak, dapat dilakukan cara-cara antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau tetangga dekatnya tentang sikap-sikapnya dalam bidang materi. Misalnya, kita teliti apakah dia senang berteman dengan orang-orang kaya saja atau juga dengan orang-orang miskin. Kita amati sikapnya apakah mau meminjamkan sesuatu kepada orang yang miskin atau hanya mau meminjamkan sesuatu kepada yang kaya. Kita amati juga apakah dalam menilai keadaan seseorang ia hanya melihat sisi materinya atau ia lebih memperhatikan sisi akhlaq dan kepandaiannya; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengamati pola kehidupan keluarganya apakah mereka hanya bergaul dengan orang-orang kaya atau dengan semua kalangan; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengujinya dengan memberikan hadiah yang murah apakah apakah ia memberi komentar menyepelekan atau tidak.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dengan cara-cara ini diharapkan laki-laki yang akan mempersunting seorang perempuan dapat mengetahui dengan jelas apakah sifatnya materialis atau <em>qana&#8217;ah </em>(menerima apa adanya) dan menjauhi kemewahan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Laki-laki yang bertujuan mewujudkan keluarga islami dalam rumah tangganya, hendaklah benar-benar memilih calon istri yang tidak materialis. Hal ini dimaksudkan agar keluarganya dapat hidup berbahagia, sejahtera, penih ketentraman, kasih sayang sesuai dengan peraturan Islam.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">10. Senang Menyambung Ikatan Kerabat</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam Hadits berikut disebutkan: Dari Maimunah RA, sesungguhnya ia telah memerdekakan salah seorang budak perempuannya tanpa lebih dahulu minta izin kepada Nabi SAW. Ketika tiba saat Nabi bergilir kepadanya, ia berkata: <em>&#8220;Wahai Rasulullah, apakah Tuan tahu bahwa saya telah memerdekakan budak perempuanku?&#8221;</em> Sabdanya: <em>&#8220;Apakah engkau telah melakukannya?&#8221;</em> Jawabnya: <em>&#8220;Ya&#8221; </em>Sabdanya: <em>&#8220;Alangkah baiknya kalau budak perempuan itu engkau hadiahkan kepada paman-paman dari pihak ibumu karena pahalanya akan lebih besar bagi dirimu.&#8221;</em> (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa&#8217;i) </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Perempuan yang baik untuk dijadikan istri adalah perempuan yang suka menjalin ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits di atas menceritakan bahwa ketika Maimunah memberitahu Rasulullah SAW, bahwa dirinya telah memerdekakan budak miliknya, beliau bersabda: <em>&#8220;Alangkah baiknya kalau budak perempuan itu engkau hadiahkan kepada paman-paman dari pihak ibumu.&#8221;</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ini berarti bahwa Rasulullah SAW lebih menekankan perlunya mempererat ikatan kekerabatan daripada sekadar membebaskan budak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Peranan seorang istri sangat besar dalam mempererat hubungan suaminya dengan keluarga dan kerabatnya. Bila seorang istri suka menjaga dan memelihara hubungan dengan kerabat-kerabatnya, baik dari pihaknya sendiri mau pun dari pihak suaminya, jaringan hubungan kekeluargaan akan menjadi luas, sehingga memudahkan mereka untuk saling menerima dan memberi bantuan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kebanyakan orang, terutama para istri, tidak suka bila dia harus membantu atau menanggung beban hidup orang lain. Mereka lebih mengutamakan kesejahteraan keluarganya daripada membantu kerabat atau keluarga besarnya. Umumnya, perempuan lebih mengutamakan diri dan anak-anaknya dan cenderung kurang peduli dengan keluarga besarnya. Mereka khawatir kalau terlalu banyak membantu keluarga besar, kepentingannya tidak terpenuhi. Hal inilah yang sering merintangi para istri untuk bersikap lebih dermawan kepada keluarga besarnya, apalagi kepada keluarga besar suaminya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kita tak boleh merasa tidak memerlukan uluran tangan keluarga atau kerabat kita, karena sikap semacam ini hanya merugikan diri sendiri. Walau pun keluarga kita berkecukupan, kita harus ingat bahwa kekayaan tidak bisa dinikmati selamanya. Peristiwa-peristiwa mendadak yang bisa menghancurkan kekayaan dan kesejahteraan, tidak dapat kita duga datangnya. Hal semacam ini kemungkinan besar tidak dapat kita atasi sendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itu siapakah yang kita harapkan dapat memberikan bantuan jika bukan dari keluarga besar kita sendiri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebuah keluarga kaya misalnya, mereka merasa tidak memerlukan bantuan lagi dari keluarga besarnya, lalu bersikap acuh dan merendahkan. Suatu ketika keluarga ini mengalami malapetaka, misalnya rumahnya terbakar habis sehingga tidak tersisa harta sedikit pun. Pada saat semacam ini, siapakah yang diharapkan untuk segera memberikan bantuan kepada dirinya jika hubungannya dengan keluarga besarnya tidak baik? Dia akan menderita dan putus asa karena tidak ada orang yang bisa diharapkan pertolongannya. Ia tidak bisa berharap kepada keluarga besarnya karena selama ini tidak mau peduli kepada mereka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui seberapa jauh minat dan hasrat calon istri terhadap upaya pemeliharaan ikatan silahturahmi dengan keluarga, kita dapat menempuh cara-cara antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada kerabat dekatnya apakah yang bersangkutan kenal, akrab dan sering berkunjung atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada teman-teman perempuannya atau tetangga sekitarnya apakah dia berhubungan baik dengan mereka atau tidak.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Karena pentingnya keluarga besar dan kerabat bagi setiap keluarga, kita wajib memperhatikan calon istri kita seberapa jauh ia mempedulikan kerabat dan keluarga besarnya. Bila yang bersangkutan adalah orang yang selalu memelihara dan menyuburkan ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabatnya, perempuan semacam ini baik dijadikan istri dan akan membawa berkah dalam membangun rumah tangga kelak. Sebaliknya, jika dia tidak peduli dengan ikatan kekeluargaan, kemungkinan besar perempuan semacam ini tidak akan memberikan berkah dalam keluarga suaminya. Oleh karena itu, carilah istri yang suka memelihara ikatan silaturahmi.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">11. Pandai Menyimpan Rahasia</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia,&#8230;&#8221; (H.R. Thusy)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri perempuan yang baik untuk dijadikan istri, salah satunya pandai menyimpan rahasia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rahasia adalah sesuatu yang tidak patut diketahui oleh orang lain. Apabila sesuatu yang diketahui oleh orang lain dapat menimbulkan kemarahan yang bersangkutan atau mengancam kepentingannya atau membuat malu, hal tersebut itu disebut rahasia. Rahasia ada bermacam-macam, antara lain rahasia rumah tangga, rahasia kantor, rahasia bisnis, rahasia partai, rahasia negara, dan lain-lainnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Semua rahasia tidak patut dibocorkan kepada orang lain karena hal semacam itu akan merugikan orang yang bersangkutan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kerugian yang diderita oleh orang lain tentu bergantung pada permasalahannya. Jika permasalahannya sangat peka karena menyangkut keamanan negara dan masyarakat, bahayanya pun akan sangat besar. Jika rahasia itu menyangkut pribadi seseorang, hal itu akan sangat merusak kredibilitasnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang laki-laki dalam memilih istri harus memperhatikan sifat-sifat yang bersangkutan apakah ia termasuk orang yang pandai menyimpan rahasia atau tidak. Hal ini perlu dilakukan, karena orang-orang yang tidak bisa menjaga lidahnya, tidak akan memperhatikan kerahasiaan suatu masalah yang dibicarakan. Apa saja yang diketahuinya dilontarkan kepada orang lain. Hal ini semacam ini tentu saja akan sangat merugikan kepentingan suami. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan yang pandai menyimpan rahasia suami atau keluarganya akan dapat menjaga kehormatan suami dan keluarganya dengan baik, apalagi bila rahasia tersebut menyangkut kepentingan umum. Sebaliknya, istri yang tidak pandai menjaga rahasia suami dan keluarganya, tentu akan membuat aib bagi suami dan keluarganya, bahka dapat membahayakan keselamatan jiwa mereka. Seorang istri yang tidak pandai menjaga kehormatan dan kewibawaan keluarganya di hadapan orang lain atau di tengah masyarakat adalah orang yang kepribadiannya tidak sehat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Pada masa Muhammad Hatta menjadi wakil presiden Indonesia tahun 1951; beliau dengan Safrudin Prawiranegara sebagai menteri keuangannya mengambil kebijaksanaan memotong nilai uang sampai 50%. Uang yang nilainya Rp. 5,- ke atas dipotong 50%. Kebijakan ini diputuskan oleh kabinet yang sidangnya dipimpin oleh wakil presiden Muhammad Hatta. Beberapa hari kemudian setelah sidang ini, pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut. Pada saat keluar pengumuman tersebut, istri Bung Hatta berkata kepada beliau, mengapa dia tidak diberi tahu bahwa pemerintah merencanakan pemotongan uang sehingga nilainya tinggal 50%. Atas pernyataan istrinya, Bung Hatta tidak menanggapi. Menurut Bung Hatta, hal ini menyangkut rahasia negara dan menjadi kepentingan umum harus disimpan begitu rupa, sekali pun terhadap istrinya. Sikap Bung Hatta semacam ini patut menjadi pelajaran bagi kita betapa pentingnya kehati-hatian seseorang dalam menjaga rahasia walaupun terhadap istrinya sendiri jika masalahnya menyangkut kepentingan negara atau masyarakat. Sudah tentu Bung Hatta tidak bermaksud tidak mempercayai istrinya. Beliau menilai bahwa persoalan yang dirahasiakannya jauh lebih penting dibandingkan dengan hubungan seorang suami dengan istrinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri pandai menyimpan rahasia atau tidak, perlulah diadakan penelitian terhadap yang bersangkutan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Cara-cara yang dapat ditempuh antara lain:<br />
  </span></p>
<ol>
<li> 
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan hal tersebut kepada teman-teman perempuan dekatnya. Bila menurut teman-temannya ia ternyata tidak mampu menjaga rahasia dan sifatnya tidak bisa diperbaiki, sebaiknya ia tidak dipilih menjadi istri. Misalnya, dengan menanyakan apakah dia bisa memegang rahasia bila temannya bercerita kepadanya dengan pesan agar tidak disampaikan kepada siapa pun, atau apakah dia sering menceritakan aib seseorang kepada teman-temannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengujinya dengan menceritakan sesuatu yang dianggap rahasia, kemudian diselidiki apakah dia menyebarkan kepada orang lain atau menyimpannya untuk dirinya sendiri.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setelah melakukan upaya untuk mengetahui kemampuan calon istri menyimpan rahasia dan terbukti calon istri seorang yang bisa menjaga rahasia, ia bisa dipercayai sebagai istri yang baik. Perlu kita ketahui bahwa orang yang kita percayai sebagai istri bukan hanya dipercaya sebagai teman untuk memenuhi kebutuhan biologis, melainkan juga dipercaya sebagai sahabat dalam segala urusan pribadi yang menyangkut semua aspek kehidupan suami. Bila istri dapat memenuhi persyaratan semacam ini, suami akan terbantu dalam mengemban tugas-tugas penting dalam kerjanya, apalagi tugas-tugas yang penuh rahasia. Insya Allah, ia akan mampu menjaga martabat dan kehormatan suaminya di hadapan orang lain dan di tengah masyarakat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jadi, karena menyimpan rahasia merupakan hal yang tidak mudah dilakukan oleh kebanyakan orang, laki-laki harus memperhatikan hal itu. Ia seharusnya memilih calon istri yang pandai menyimpan rahasia. Insya Allah, segala kekurangan dan aib rumah tangga tidak akan pernah diketahui orang lain, sekalipun mertua atau kerabat dekatnya.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">12. Subur</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.&#8221; (H.R. Abu Dawud dan Nasa&#8217;i)</em> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dari Ma&#8217;qil bin Yasar, ujarnya: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, lalu ujarnya: <em>&#8220;Wahai Rasulullah, saya telah mendapatkan seorang perempuan dari keturunan terhormat, kedudukan sosialnya tinggi dan berharta, namun mandul. Bolehkah saya mengawininya?&#8221; Beliau melarangnya. Orang itu datang lagi kedua kalinya dan berkata kepada beliau seperti semula. Ia datang untuk ketiga kalinya, kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadanya: &#8220;Kawinilah oleh kalian wanita yang rasa cintanya besar dan subur, karena kelak aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain.&#8221; (H.R. Abu Dawud, Nasa&#8217;i dan Hakim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Kesuburan seorang perempuan ditentukan dari kemampuannya melahirkan anak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan yang tidak dapat melahirkan anak banyak dikatakan kurang subur. Ukuran banyak menurut bahasa Arab adalah jumlah lebih dari dua. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW mengatakan bahwa perempuan yang subur memberikan darma bakti yang sangat besar kepada agama. Darma bakti yang diberikan bukan hanya untuk kepentingan duniawi, melainkan juga untuk kepentingan <em>ukhrawi</em>. Rasulullah menyatakan bahwa beliau di akhirat kelak akan mengumumkan perasaan bangganya di hadapan para nabi lain karena beliau mempunyai umat yang terbanyak di antara mereka. Untuk dapat memperoleh umat yang terbanyak inilah Rasulullah SAW sangat menganjurkan supaya kaum muslimin mempunyai anak banyak. Agar maksud ini tercapai, kaum laki-laki muslimin hendaklah mengutamakan perempuan-perempuan yang subur memiliki kelebihan dunia dan akhirat dibandingkan dengan perempuan yang tidak subur. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits tersebut dengan tegas memberikan petunjuk kepada para istri agar memiliki tekad kuat untuk melahirkan anak banyak. Hal ini perlu diperhatikan karena mereka akan memperoleh penghargaan yang tinggi di akhirat kelak. Mereka patut merasa bangga karena telah membantu Rasulullah SAW memperoleh kemuliaan yang tingggi di hadapan para nabi lainnya. Istri yang diminta melahirkan anak yang banyak oleh suaminya tidak seharusnya merasa terbebani selama hal tersebut tidak mengancam kesehatan dan keselamatan jiwanya. Mereka harus menyadari bahwa usahanya telah menyumbangkan amal shalih yang sangat berharga bagi kepentingan Islam. Dengan banyaknya jumlah umat Islam, insya Allah akan mudah bagi kaum muslimin menyiapkan sumber-sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam menangani berbagai masalah di dunia ini. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Memiliki istri yang subur dan mau melahirkan anak banyak akan memperoleh keuntungan duniadan akhirat. Keuntungan di dunia ialah martabat dan kemuliaannya dan istrinya terangkat oleh anak-anaknya bila mereka menjadi anak shalih. Keuntungan di akhirat yang didapatkan olehnya dan juga istrinya adalah pahala amal shalih anaknya bila mereka telah meninggal, bahkan kelak mereka dapat menyelamatkan suami dan istri tersebut dari siksa neraka, sedangkan dosa anak tidak menambah dosa suami istri yang telah meninggal. Kita harus mempunyai anak banyak untuk memenuhi seruan Rasulullah SAW seperti yang telah disebutkan dalam Hadits. Hal ini menunjukkan bahwa anak yang kita miliki memberi nilai duniawi dan <em>ukhrawi</em> yang tinggi. Di dunia, anak-anak yang shalih menjadi kebanggaan orang tua; di akhirat mereka dapat menyelamatkan orang tuanya dari ancaman siksa neraka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Adapun kerugian memiliki istri tidak subur ialah adanya kemungkinan besar untuk tidak mendapatkan anak. Suami istri yang tidak mempunyai anak tidak akan memperoleh keuntungan seperti yang didapat oleh mereka yang mempunyai anak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui kesuburan calon istri dapat ditempuh cara-cara antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Memperhatikan keturunnya apakah nenek dan ibunya termasuk perempuan yang subur atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Melakukan tes kesehatan yang dewasa ini dengan mudah dapat menentukan subur atau tidaknya seorang perempuan.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dengan cara-cara sah semacam inilah, seorang laki-laki dapat mengetahui kesuburan calon istrinya. Ringkasnya, setiap laki-laki muslim harus memperhatikan subur tidaknya perempuan yang hendak dijadikan istri. Tujuannya adalah supaya perkawinannya kelak benar-benar membawa keberuntungan bersama di dunia dan di akhirat. Dengan memiliki istri yang subur ia bisa melakukan amal shalih yang membawa kebahagian dunia akhirat.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">13. Tabah Menderita</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita mengurus keluarganya,&#8230;&#8221; (H.R. Thusy)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits di atas menerangkan bahwa salah satu sifat baik seorang perempuan ialah tabah menderita menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Segala bentuk derita yang dihadapinya tidak membuatnya putus asa sehingga lari ke jalan yang haram. Misalnya, karena kemelaratannya, ia menjadi pelacur atau mencuri. Sifat tabah menderita ialah kemampuan batin untuk tidak mengeluh dan putus asa menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap orang menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan di dunia ini. Adakalanya seseorang tabah menghadapi penderitaan, namun adakalanya cepat berputus asa dan menjadi murung menghadapi kesulitan kecil sekali pun. Mental semcam ini tentu sangat merugikan yang bersangkutan karena orang yang mudah berputus asa atau murung mudah kehilangan semangat hidup dan lebih senang menghindari kesulitan walau pun dengan cara yang merugikan dirinya sendiri. Karena tidak sanggup menghadapi kesulitan ekonomi, tidak bisa menyelesaikan ekonomi atau tidak bisa menyelesaikan pelajaran yang berat di sekolah misalnya, seseorang memakan obat penenang. Hal semacam ini tentu merugikan diri sendiri. Salah satu sifat perempuan yang kurang baik untuk dijadikan istri ialah tidak tabah menderita. Untuk itulah, Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada laki-laki mu&#8217;min agar tidak mudah tertarik kepada sembarang perempuan, yang akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam kehidupan berumah tangga boleh dikatakan hampir selalu muncul kesulitan dan penderitaan. Keluarga yang kekurangan contohnya, tentu mengalami kesulitan ekonomi saat diterpa krisis moneter. Contoh lain, anak-anak berprilaku tidak baik tentu akan menimbulkan kejengkelan dan aib pada orang tua. Seorang suami yang istrinya tidak tabah menderita akan selalu dirongrong keluhan-keluhan walau pun hanya hal yang sepele. Suami tentu akan sangat terganggu dengan sikap istrinya. Sikap istri yang tidak dewasa menghadapi suatu masalah akan mengganggu ketenangan suami dan merusak konsentrasinya dalam menghadapi masalah yang lebih besar di luar rumahnya atau persoalan pekerjaannya. Hal ini dapat membuat prestasi kerja suami menurun atau suami jenuh tinggal di rumah. Hal-hal negatif semacam ini tentu dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Bila keluarga semacam ini kelak mempunyai anak, sikap istri yang tidak dewasa mungkin akan berpengaruh tidak baik pada anak-anak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hal-hal semacam ini tentu akan merusak suasana kebahagiaan keluarga dan pertumbuhan mental anak secara sehat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Oleh karena itu, agar tercapai keharmonisan dan kebahagiaan dalam membina keluarga setiap laki-laki yang akan memilih calon istri hendaknya menyelidiki sifat ini pada diri yang bersangkutan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Cara yang bisa dilakukan antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Melihat pola kehidupan yang bersangkutan dalam menghadapi kesulitan sehari-hari. Misalnya, kita amati bagaimana sikapnya bila mengalami kekurangan makan apakah mereka mengatasinya dengan berpuasa atau mengambil hak orang lain; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada keluarga dekat atau teman dekat atau tetangga dekatanya apakah yang bersangkutan orang yang gampang putus asa atau tahan uji. Misalnya, kita amati sikapnya ketika pembantu rumah tangga mengambil cuti apakah dia mau mengerjakan rumah sendiri atau tidak.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dengan cara-cara tersebut sifat perempuan yang ingin dijadikan istri dapat diketahui. Bila dia ternyata mudah putus asa dan tidak ada harapan untuk diperbaiki, sebaiknya perempuan semacam ini tidak dijadikan istri. Akan tetapi,bila sifatnya negatif itu ada harapan untuk diperbaiki, kita boleh menikahinya, lalu berusaha semaksimal mungkin menghilangkan sifat tersebut sehingga kelak bisa menjadi perempuan yang tahan menghadapi kesulitan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ini perlu dilakukan, sebab adakalanya perempuan yang semula terlihat mudah sekali murung dan berputus asa menghadapi kesulitan, berubah sifat ketika sudah bersuami. Sifat negatifnya berubah karena suaminya sabar membimbing mentalnya sehingga ia menjadi istri yang tabah menderita. Oleh karena itu, perempuan yang sebelum menjadi istri terlihat pemurung dan mudah berputus asa, belum tentu akan tetap bersifat seperti itu kalau sudah menjadi istri. Jadi, peran suami untuk mengubah sifat negatif istri sangat besar. Usahanya mengubah sifat negatif akan menciptakan rumah tangga bahagia dan penuh ketentraman. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ringkasnya, seorang laki-laki yang ingin memilih calon istri hendaklah mengutamakan perempuan yang tabah menderita. Perempuan semacam ini memiliki modal yang baik untuk menjadi istri. Ia dapat diharapkan mengantarkan suaminya ke alam kehidupan rumah tangga yang penuh kebahagian dan ketentraman. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">14. Bukan Pencemburu Buta</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut: Dari Abu Hurairah, telah sampai kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda: <em>&#8220;Seorang wanita tidak boleh meminta suaminya menceraikan istrinya (yang lain) supaya berkecukupan tempat makannya (nafkahnya).&#8221; </em></span><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">(H.R.Tirmidzi)</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Sifat cemburu berarti sifat curiga kepada orang lain karena iri hati. Cemburu juga berarti tidak senang melihat orang lain memperoleh kebaikan atau keberuntungan. Seorang perempuan dikatakan pencemburu buta apabila ia selalu mudah mencurigai perempuan lain akan merusak hubungannya dengan suami atau calon suaminya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits tersebut menerangkan adanya larangan bagi perempuan mempunyai sifat mementingkan kesenangannya sendiri dan berusaha dan berusaha menghilangkan kesenangan orang lain yang menjadi madunya. Sifat ini termasuk dalam pengertian sifat cemburu buta dan sudah tentu sangat tercela, baik dalam pandangan Islam maupun masyarakat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang perempuan yang bersifat cemburu buta dapat menyulitkan langkah suaminya. Perempuan semacam ini selalu mencurigai setiap perempuan yang dekat dengan suaminya atau yang berurusan dengan suaminya sebagai orang yang akan merusak kebahagiaan dan merebut suami dari dirinya. Sikapnya akan membuat suami mengalami berbagai kesulitan ketika menghadapi perempuan lain yang berurusan dengan dirinya karena khawatir akan timbul konflik dengan istrinya. Akibatnya, langkah dan gerak suami selalu terhalangi sehingga kebebasannya untuk mengembangakan kemampuan usaha dan aktivitasnya terganggu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Karena sifat cemburu buta bisa membahayakan keselamatan dan aktivitas suami, seorang laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagai istri harus lebih dahulu mengamati dengan seksama sifat perempuan tersebut. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Cara yang dapat ditempuh antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan perihal sifatnya kepada keluarga dekatnya. Misalnya, kita amati ketika ibunya mengajak adik atau kakaknya berbelanja apakah dia cemburu buta atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan perihal sifatnya kepada tetangga dekatnya. Misalnya, kita amati bagaimana sikapnya ketika ibunya mengajak anak tetangga berbelanja apakah dia cemburu buta atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Meminta anggota keluarga kita yang perempuan untuk menyelidiki dengan seksama sifatnya.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bila ternyata perempuan yang kita maksudkan untuk dijadikan istri mempunyai sifat cemburu buta, sebaiknya kita mengurungkan niat kita. Akan tetapi, bilamana tingkat kecemburuannya masih dapat diperbaiki sehingga tidak sampai menekan orang lain, kita boleh melanjutkan keinginan kita untuk memperistrinya dan secara bertahap memperbaikinya hingga ia menjadi perempuan yang toleran. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Para laki-laki yang ingin megambil seorang perempuan menjadi istri hendaklah mengutamakan perempuan yag tidak memiliki sifat cemburu buta. Tujuannya agar kelak tidak megalami percekcokkan dan perseteruan dalam kehidupan berumah tangga sehingga dapat terwujud rumah tangga yang sakinah dan penuh kasih sayang.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">15. Perangai dan Kata-katanya Menyenangkan</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Disebutkan dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih; kalau engkau lihat menyenangkanmu dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepat larinya, yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yang banyak didatangi tamu. Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalau engkau lihat menjengkelkanmu, ucapannya menyakiti kamu dan kalau engkau pergi, engkau merasa tidak percaya bahwa ia dapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda yang lemah, jika engkau pukul, bahkan menyusahkanmu dan kalau engkau biarkan, malah tidak dapat membawamu menyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi jarang didatangi tamu.&#8221; (H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat oleh Thabarani, Bazzar dan Hakim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Maksud Hadits di atas ialah tiga macam hal yang menjadi penunjang kebahagiaan hidup di dunia yaitu istri yang shalihah, kendaraan yang baik, dan rumah besar yang banyak dikunjungi tamu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Perangai menyenangkan merupakan sifat yang membuat orang lain simpati dan gampang bersahabat. Orang yang berperangai menyenangkan terlihat dari ekspresi wajah dan gerak-geriknya. Wajahnya selalu riang gembira menghadapi orang lain dan sikapnya ramah dalam menerima orang lain. Orang yang memiliki sifat dan sikap semacam ini akan membuat senang setiap orang yang berhadapan dengan dirinya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang laki-laki yang ingin beristri tentulah mengharapkan perempuan yang diidolakannya itu benar-benar dapat menjadikan dirinya selalu berada dalam suasana ceria dan bahagia. Untuk mencapai hal ini, ia perlu meneliti apakah yang bersangkutan suka bertutur kata dan berperangai menyenangkan atau tidak. Hal ini perlu dilakukan sebab dalam kehidupan rumah tangga orang selalu mendambakan suasana senang bagaikan di dalam syurga walau pun tengah menghadapi krisis ekonomi atau ketiadaan harta. Suasana yang penuh ceria di dalam rumah tangga akan memberikan dorongan kuat kepada anggota keluarga menghadapi berbagai kesulitan dan krisis. Suasana semacam ini membuat anggota keluarganya bisa mengatasi berbagai tantangan hidup. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang istri yang selalu bertutur kata dan berperangai menyenangkan akan dapat menjadi obat mujarab bagi suami dan seluruh anggota keluarganya dalam membina ketabahan, keberanian dan keuletan menjalani kehidupan ini. Seorang istri yang menerima kedatangan suami dengan wajah ceria, tutur kata yang menyegarkan dan pelayanan yang menggembirakan misalnya, akan membangkitkan kembali semangat suaminya untuk menghadapi tantangan bisnisnya. Sebaliknya, bilamana istri menyambut kedatangan suami dengan sikap murung, tutur kata yang menyakitkan hati dan pelayanan yang buruk, mental suami akan semakin jatuh dan semangatnya untuk menghadapi kesulitan akan semakin hilang. Hal semacam ini sudah tentu akan merugikan seluruh anggota, karena orang yang menjadi tumpuan hidup keluarga sedang menghadapi kesulitan berat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri kita berperangai dan bertutur kata menyenangkan, kita dapat melakukan penelitian dan penyelidikan dengan cara antara lain:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengutus anggota keluarga kita agar menemuinya dengan sikap kurang bersahabat. Jika ia tetap menghadapinya dengan wajah ceria dan sikap ramah tamah, perempuan tersebut termasuk orang yang berperangai baik. Akan tetapi, bilamana dia menghadapinya dengan sikap dan wajah tidak menyenangkan, berarti ia bukan perempuan yang berperangai baik; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada tetangga dekatnya atau perempuan yang menjadi teman dekatnya apakah dia orang yang berperangai dan bertutur kata baik ataukah sebaliknya. Kita amati sikapnya dalam berbicara dengan tetangga atau teman-temannya apakah perangai dan tutur katanya baik atau tidak.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Pengujian dan penelitian seperti di atas agar kelak kita bisa mendapatkan istri yang kita dambakan dapat membina rumah tangga yang menjadi keinginan bersama. Kita sebaiknya mengetahui apakah perempuan yang hendak dijadikan istri yang berperangai baik dan berperilaku luhur serta bertutur kata menyenangkan ataukah sebaliknya. Dengan mendapatkan perempuan yang berperilaku baik dan luhur ini berarti kita telah mendapatkan modal sangat berharga dalam memasuki dunia rumah tangga. Insya Allah, istri semacam ini akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ringkasnya, para lelaki yang hendak menginjakkan kakinya ke dunia rumah tangga hendaknya mengutamakan perempuan yang memiliki sifat terpuji di atas sebagai istrinya. Tujuannya agar kelak ia dapat menciptakan rumah tangga yang penuh bahagia seperti yang menjadi idaman setiap orang.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">16. Mudah Dilamar</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bila ia mudah dilamar, murah mas kawinnya, subur peranakannya.&#8221; (H.R. Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari &#8216;Aisyah)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri wanita yang membawa berkah, yaitu mudah dilamar, murah mas kawinnya dan subur peranakannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mudah dilamar maksudnya menerima lamaran seorang laki-laki muslim yang taat ibadah dan baik akhlaqnya tanpa mempersoalkan kekayaan, status sosial, ketampanan dan pekerjaannya. Perempuan yang mudah dilamar juga tidak akan menunda waktu perkawinan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Yang terpenting baginya, laki-laki yang datang kepadanya benar-benar terbukti taat beragama. Perempuan yang ridla dilamar laki-laki seperti itu akan mendapatkan limpahan karunia dan rahmat dalam kehidupan rumah tangganya seperti yang dijanjikan Rasulullah SAW dalam Hadits di atas. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Seorang laki-laki tidak akan terbebani berbagai persyaratan yang kemungkinan besar akan menghambat pernikahannya jika melamar perempuan yang mudah menerima lamarannya. Ia bisa segera melangsungkan akad nikah sehingga dapat menjauhkan dirinya dari godaan untuk melakukan perbuatan maksiat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Orang yang terhalang menyalurkan keinginan biologisnya secara sah bisa terjerumus ke dalam penyelewengan seksual. Hal semacam ini dapat dicegah bila yang bersangkutan menikah secepatnya. Oleh karena itu, memilih wanita yang mudah dilamar merupakan berkah bagi laki-laki yang melamarnya, juga bagi wanita yag dilamarnya. Berkahnya, kedua belah pihak akan memperoleh penyaluran dorongan biologis secara sehat dan halal sehingga tidak melakukan perbuatan yang melanggar agama. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Wanita yang mengajukan berbagai persyaratan bila dilamar tidak akan membawa berkah dalam perkawinannya. Wanita semacam itu akan banyak menuntut suaminya agar memenuhi kesenangannya sehingga memberatkan beban rumah tangga. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ringkasnya, para pemuda khususnya dan kaum laki-laki umumnya hendaklah mencari wanita yang mudah dilamar untuk dijadikan istrinya.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">17. Besar Cintanya</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur, besar cintanya,&#8230;&#8221; (H.R. Thusy)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits di atas menerangkan bahwa perempuan yang subur dan besar cintanya kepada laki-laki yang menjadi suaminya adalah wanita yang baik. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Yang dimaksud dengan wanita yang besar cintanya adalah wanita yang sepenuh hati mencurahkan segenap kasih sayang, kerinduan dan kecintaannya kepada suami. Ia tidak mau membandingkan suaminya dengan laki-laki lain, baik dalam urusan ketampanan, kekayaan, kedudukan, pekerjaan, pengetahuan dan ketrampilannya. Ia benar-benar hanya mencintai suaminya dan menerima kelemahan dan kelebihan suaminya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Merupakan suatu rahmat besar bagi seorang laki-laki bila dia mendapatkan wanita yang sangat mencintainya tanpa terpengaruh oleh keadaan orang lain. Ia tidak akan pernah mengecewakan atau membuat suaminya marah karena ia selalu membanggakan suami dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada suami walaupun dalam keadaan kekurangan. Istri semacam ini akan bisa menciptakan suasana rumah tangga gembira dan penuh rasa bahagia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri besar cintanya atau tidak, dapat dibuktikan ketika dipinang apakah dia segera menerimanya ataukah menunda menerima dengan alasan yang tidak jelas. Bila ternyata ia segera menerima dengan penuh kejujuran dan keikhlasan, bukan karena hendak menutup malu atau lain-lainnya, hal itu dapat dijadikan salah satu tanda besar cintanya kepada calon suaminya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Jadi, karena wanita yang dapat mencintai suaminya dengan cinta yang besar adalah ciri istri yang baik, hendaklah laki-laki memperhatikan petunjuk Rasulullah SAW dengan baik. Ia hendaknya berusaha memilih calon istri yang benar-benar mencintainya tanpa membandingkan keadaan dirinya dengan orang lain. Tujuannya agar ia dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang sakinah dan penuh kebahagiaan bersama istrinya.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">18. Patuh dan Taat</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut: <em>&#8220;Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang subur, besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita, mengurus keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, membentengi dirinya dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suami dan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya ia pasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dingin kepada suaminya.&#8221; (H.R. Thusy)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan:</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Hadits di atas menerangkan ciri-ciri istri yang baik, yang salah satunya ialah patuh pada ucapan suami dan taat dalam menjalankan perintahnya serta menjauhi larangannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Yang dimaksud dengan patuh dan taat ialah kesungguhan mengikuti dengan ikhlas perintah yang diberikan kepadanya dan menjauhi larangan yang dikenakan kepadanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Perempuan yang patuh dan taat sangat menjaga diri untuk tidak melanggar larangan agama dan larangan orang tuanya selama larangan itu sejalan dengan syari&#8217;at Islam. Ia juga berusaha melaksanakan perintah agama dan perintah orang tuanya yang tidak bertentangan dengan ketentuan agaama dengan penuh keikhlasan dan ketulusan sesuai dengan kemampuannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Perempuan yang patuh dan taat pada agama dan orang tuanya kemungkinan besar akan patuh dan taat kepada suaminya kelak. Perempuan semacam ini akan dapat menciptakan ketentraman dan ketenangan suami dan rumah tangganya. Ia juga akan mendapat kepercayaan suaminya bila ditinggal pergi untuk mencari nafkah. Laki-laki yang ingin mengetahui apakah calon istrinya, orang yang patuh dan taat, dapat memperoleh informasi dari keluarganya, kerabat dekatnya, teman dekatnya, atau tetangga dekatnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Kaum laki-laki, khususnya para pemuda, hendaklah memilih perempuan yang patuh dan taat agar cita-citanya membangun rumah tangga yang bahagia dapat terwujud segera dan berlangsung selama hayat.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">19. Hemat</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).&#8221; (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hadits di atas menerangkan ciri perempuan yang baik yaitu pandai mengelola pendapatan suami yang sedikit sehingga kepentingan keluarga tercukupi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Hemat yaitu pandai mencukupkan yang sedikit sehingga keperluan hidupnya yang banyak sekalipun terpenuhi. Hemat sangat erat hubungannya dengan ketelitian dalam membelanjakan uang sehingga hanya membeli sesuatu yang diperlukan dan tidak membeli sesuatu yang mubazir dan sia-sia. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Keperluan setiap orang hanya dapat ditentukan oleh yang bersangkutan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Keperluan yang digariskan oleh agama ada 3 macam:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dlaruri</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">, atau keperluan pokok yang menyangkut hal-hal yang bisa mempertahankan kelangsungan hidup seseorang seperti makan, minum dan pengobatan; </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Haaji</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">, keperluan <em>sekunder</em>, yaitu untuk menyempurnakan kualitas kehidupan seseorang sehingga kondisi hidupnya menjadi lebih baik. Misalnya, lauk daging dan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh; </span></li>
<li class="MsoNormal"><em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tahsini</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">, atau keperluan <em>tersier</em>, yaitu keperluan yang tidak harus dipenuhi karena tidak menghambat atau mengancam keselamatan diri. Mobil misalnya, untuk memudahkan seseorang bila hendak bepergian.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Di antara ketiga keperluan tersebut, yang paling utama adalah <em>dlaruri</em> (keperluan pokok). Dalam memenuhi keperluan pokoknya seseorang harus bersikap hemat, apalagi memenuhi keperluan <em>sekunder</em> dan <em>tersier</em>nya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dengan bersikap hemat seseorang tidak akan terjerumus ke dalam angan-angan dan khayal kenikmatan duniawi. Dalam kehidupan rumah tangga, sifat hemat pada istri dapat mengelola harta suami. Suami yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya ingin agar istrinya dapat mengatur penghasilannya sehingga keperluan diri dan anak-anaknya tercukupi. Seorang perempuan yang memiliki sifat hemat tentu pandai mengendalikan pengeluaran belanja keluarga. Ia tidak akan mau membeli sesuatu yang tidak terjangkau oleh penghasilan suaminya sehingga ia tidak perlu berhutang untuk mencukupi keperluannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bilamana seorang istri ridla menerima uang belanja yang sedikit dan mampu mengelolanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, keluarga semacam ini kemungkinan besar dapat menabung harta kekayaannya untuk keperluan-keperluan masa depan mereka. Mereka dapat merencanakan hal-hal yang lebih baik bagi masa depan diri dan anak-anaknya karena memiliki bekal yang cukup. Seorang istri yang hemat akan pandai dan cermat mengendalikan pengeluaran rumah tanggnya. Suaminya tidak akan terbebani dalam mencari nafkah karena tidak dikejar-kejar oleh tuntutan istri yang kekurangan belanja. Suami akan selalu menyerahkan uang belanja kepada istrinya dengan senang hati berapa pun jumlahnya. Ia benar-benar percaya istrinya dapat berhemat dalam membelanjakan uangnya, sehingga dapat mencukupkan penghasilannya untuk semua kebutuhan rumah tangga. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sebaliknya, istri yang boros akan merugikan suami dan anak-anaknya. Istri semacam itu akan menuntut suaminya memenuhi segala keinginannya sehingga suami selalu merasa tertekan. Keadaan semacam ini pasti menimbulkan konflik, bahkan anak-anak pun akan turut merasakan ketegangan. Akibatnya, anak-anak hidup dalam suasana penuh tekanan. Hal semacam ini tentu tidak dikehendaki siapapun, baik suami, istri maupun anak-anak. Istri pemboros lebih mementingkan berfoya-foya daripada menghemat harta kekayaan suaminya. Perilaku istri semacam ini bisa mendorong suaminya untuk mendapatkan harta dengan segala macam cara, halal atau haram. Hal semacam ini sudah tentu membahayakan dan merugikan suami. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui apakah calon istri hemat atau boros dapat dilakukan penelitian melalui teman dekatnya, kerabat dekatnya, tetangga dekatnya, atau dengan mengamati kebiasaannya membelanjakan uang. Jika ternyata ia sangat cermat dan berhati-hati dalam membelanjakan uang yang dipegangnya, besar harapan ia kelak akan menjadi istri yang hemat. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selain itu, dapat juga dilakukan dengan mengamati kebiasaan keluarganya apakah mereka biasa berlaku hemat atau sebaliknya. Akan tetapi, kebiasaan suatu keluarga tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak. Adakalanya suatu keluarga berlaku boros, namun ada di antara anak-anaknya yang hemat. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi di masyarakat kita. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap laki-laki mendambakan istri yang pandai membelanjakan uang suami dengan baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ia tidak berhutang ke kanan kiri sehingga dapat menjaga kehormatan suami di mata orang lain dan meringankan beban suami dalam mencari nafkah. Oleh karena itu, setiap laki-laki sebaiknya memilih calon istri yang hemat dan pandai membelanjakan harta suami. Insya Allah, dengan memiliki istri yang hemat rumah tangga akan mencapai kebahagiaan, kasih sayang, kemesraan dan keceriaan.<br />
  </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">20. Besar Kasih Sayangnya kepada Anak Kecil</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalam Hadits berikut disebutkan bahwa: Rasulullah SAW bersabda: <em>&#8220;Wanita yang paling baik yaitu yang pandai mengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil dan pandai mengurus harta suaminya yang sedikit (miskin).&#8221; (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)</em> </span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Penjelasan: </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Maksud Hadits di atas ialah perempuan yang pandai mengendarai unta adalah perempuan yang pandai mengurus keluarganya; dan perempuan yang paling baik adalah yang paling besar kasih sayangnya kepada anak-anak. Kasih sayang kepada anak kecil dapat ditunjukkan dengan perhatian besar kepada anak-anak, senang berkumpul dengan mereka, akrab bergurau dan bercanda dengan mereka, sabar menghadapi tingkah laku mereka dan gembira membimbing dan mengasuh mereka. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sifat semacam ini perlu ada pada calon istri dan calon ibu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mereka kelak akan melahirkan anak-anak yang memerlukan kasih sayang dan cinta yang besar dari ibunya. Perempuan yang besar kasih sayangnya kepada anak-anak memudahkan pertumbuhan emosi anak-anak dan perkembangan kepribadiannya ke arah yang positif. Anak-anak semacam ini kemungkinan besar terbebas dari tekanan batin sehingga kelak menjadi orang dewasa yang sehat mental dan emosinya. Seorang ayah yang memiliki anak-anak semacam ini akan mudah mendidik dan mengasuh mereka karena ibunya bisa membantu mendidik mereka dengan baik. Beban suami menjadi ringan karena istrinya mampu memikul tanggung jawab dengan baik dalam mengasuh anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Laki-laki yang bermaksud menikahi seorang perempuan, hendaklah memperhatikan sifat ini pada diri calon istrinya. Jika ternyata calon istri memiliki sifat semacam ini, laki-laki tersebut sangat beruntung. Anak-anaknya kelak dapat dipastikan memperoleh asuhan, pemeliharaan, perlindungan dan bimbingan dari seseorang yang benar-benar bersedia berkorban demi anak-anaknya yang dicintainya. Ia tidak akan mengeluh saat mengasuh dan menghadapi kenakalan anak-anaknya. Ia menghadapi kenakalan anaknya dengan perasaan ringan dan penuh kesabaran, sehingga anak-anaknya berkembang dengan penuh kebebasan dan keceriaan di rumah dan di lingkungannya. Hal ini sangat membantu suami untuk mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara maksimal. </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk mengetahui seberapa jauh calon istri mempunyai kasih sayang kepada anak-anak dapat dilakukan pengamatan dan penyelidikan melalui cara-cara sebagai berikut:<br />
  </span> </p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Mengamati pergaulannya dengan anak-anak apakah ia sabar bergaul dengan anak-anak atau tidak; </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau kepada kerabat dekatnya, atau kepada tetangga dekatnya atau kepada adik-adiknya apakah ia memiliki sifat tersebut atau tidak.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS';">Karena anak-anak sangat membutuhkan ibu yang besar kasih sayangnya kepada mereka, setiap laki-laki yang hendak mengambil seorang perempuan sebagai istrinya hendaklah mengutamakan yang besar kasih sayangnya kepada anak kecil. Istri semacam ini besar harapan dapat mendampinginya untuk membina rumah tangga yang penuh dengan suasana gembira, ceria dan bahagia.</span></td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=3&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/k3tika-ragu-akan-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca al-Quran</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/membaca-al-quran/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/membaca-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 06:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasih Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/membaca-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur&#8217;an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad, yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta. Sesungguhnya Al Qur&#8217;an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang agung yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=6&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="558" cellPadding="0" style="width:558px;height:2793px;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td width="100%" style="width:100%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;">
<table border="0" width="420" cellPadding="0" style="background:white;width:420px;height:3463px;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td width="100%" style="width:100%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:4.5pt;"><font size="3"><font face="Times New Roman">Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur&#8217;an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad, yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Sesungguhnya Al Qur&#8217;an diturunkan tidak lain kecuali untuk suatu tujuan yang agung yaitu sebagai pelajaran dan hukum. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Adapun pada saat ini, banyak manusia yang meninggalkan kitab yang agung ini, tidak mengenalnya kecuali hanya pada saat-saat tertentu saja. Diantara mereka ada yang hanya membaca saat ada kematian, diantara mereka ada yang hanya menjadikannya sebagai jimat dan diantara mereka ada yang hanya mengenalnya pada saat bulan Ramadhan saja.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Memang benar bahwa bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur&#8217;an, kita dianjurkan agar memperbanyak membaca Al Qur&#8217;an pada bulan ini. Namun tidak sepantasnya seorang muslim berpaling dari kitab yang mulia ini di luar bulan Ramadhan karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah menjanjikan keutamaan yang begitu banyak bagi para pembacanya meskipun di luar bulan Ramadhan. <font size="3"><font face="Times New Roman">Al-Qur&#8217;an diturunkan untuk dibaca oleh setiap orang muslim, direnungkan dan dipahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Sehingga ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Tuhannya dan pemberi syafa&#8217;at baginya pada hari Kiamat. Allah telah menjamin bagi siapa yang membaca Al-Qur&#8217;an dan mengamalkan isi kandungannya tidak akan tersesat di dunia dan tidak celaka di akhirat, dengan firmanNya: <strong>&#8220;Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.&#8221;</strong> (Thaha:123)</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Janganlah seorang muslim memalingkan diri dari membaca kitab Allah, merenungkan dan mengamalkan isi kandungannya. Allah telah mengancam orang-orang yang memalingkan diri darinya dengan firman-Nya: <strong>&#8220;Barangsiapa berpaling dari Al-Qur&#8217;an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari Kiamat&#8221; </strong>(Thaha : 100)<strong>. &#8220;Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.&#8221;</strong> (Thaha: 124)</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Di antara keutamaan Al-Qur&#8217;an: </strong></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">1. Firman Allah Ta &#8216;ala: <strong>&#8220;Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.&#8221;</strong> (An-Nahl: 89)</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">2. Firman Allah Ta&#8217;ala: <strong>&#8220;Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.&#8221;</strong> (Al-Ma&#8217;idah: 15-16). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">3. Firman Allah Ta &#8216;ala: <strong>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi ouang-orang yang beriman. &#8220;</strong> (Yunus: 57). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">4. Sabda Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>: <strong>&#8220;Bacalah Al-Qur&#8217;an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa &#8216;at bagi pembacanya.&#8221; </strong>(HR. Muslim dari Abu Umamah). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">5. Dari An-Nawwas bin Sam&#8217;an <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>, katanya: Aku mendengar Rasul <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda: <strong>&#8220;Didatangkan pada hari Kiamat Al-Qur&#8217;an dan para pembacanya yang mereka itu dahulu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh </strong><strong>surat</strong><strong> Al Baqarah dan Ali Imran yang membela pembaca kedua </strong><strong>surat</strong><strong> ini.&#8221;</strong> (HR, Muslim). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">6. Dari Utsman bin Affan <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>, katanya: Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda: <strong>&#8220;Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur&#8217;an dan mengajarkannya.&#8221;</strong> (HR. Al-Bukhari) </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">7. Dari Ibnu Mas&#8217;ud <em>radhiallahu &#8216;anhu</em>, katanya: Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam </em>bersabda: <strong>&#8220;Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.&#8221;</strong> (HR. At-Tirmidzi, katanya: hadits hasan shahih). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">8. Dari Abdullah bin Amr bin Al &#8216;Ash <em>radhiallahu</em> &#8216;<em>anhuma</em>, bahwa Nabi <em>shallallahu</em> <em>&#8216;alaihi wasallam </em>bersabda: <strong>&#8220;Dikatakan kepada pembaca Al-Qur&#8217;an: &#8220;Bacalah, naiklah dan bacalah dengan pelan sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.&#8221;</strong> (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dengan mengatakan: hadits hasan shahih). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">9. Dari Aisyah <em>radhiallahu</em> &#8216;<em>anhu</em>, katanya: Nabi <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> bersabda: <strong>&#8220;Orang yang membaca Al-Qur&#8217;an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala.&#8221;</strong> (Hadits <em>Muttafaq &#8216;Alaih</em>). Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">10. Dari Ibnu Umar <em>radhiallahu</em> &#8216;<em>anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> bersabda: <strong>&#8220;Tidak boleh hasad (iri) kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur&#8217;an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang&#8221;</strong>. (Hadits <em>Muttafaq &#8216;Alaih</em>). Yang dimaksud hasad di sini yaitu mengharapkan seperti apa yang dimiliki orang lain. (Lihat kitab <em>Riyadhus Shaalihiin</em>, hlm. 467-469). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Maka bersungguh-sungguhlah -semoga Allah menunjuki Anda kepada jalan yang diridhaiNya- untuk mempelajari Al-Qur&#8217;anul Karim dan membacanya dengan niat yang ikhlas untuk Allah Ta&#8217;ala. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bersungguh-sungguhlah untuk mempelajari maknanya dan mengamalkannya, agar mendapatkan apa yang dijanjikan Allah bagi para ahli Al-Qur&#8217;an berupa keutamaan yang besar, pahala yang banyak, derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Para sahabat Rasulullah <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> dahulu jika mempelajari sepuluh ayat dari Al-Qur&#8217;an, mereka tidak melaluinya tanpa mempelajari makna dan cara pengamalannya. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Dan perlu Anda ketahui, bahwa membaca Al-Qur&#8217;an yang berguna bagi pembacanya, yaitu membaca disertai merenungkan dan memahami maknanya, perintah-perintahnya dan larangan-larangannya. Jika ia menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu maka ia pun mematuhi dan menjalankannya, atau menjumpai ayat yang melarang sesuatu maka iapun meninggalkan dan menjauhinya. Jika ia menjumpai ayat rahmat, ia memohon dan mengharap kepada Allah rahmat-Nya; atau menjumpai ayat adzab, ia berlindung kepada Allah dan takut akan siksa-Nya.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Al-Qur&#8217;an itu menjadi hujjah bagi orang yang merenungkan dan mengamalkannya; sedangkan yang tidak mengamalkan dan memanfaatkannya maka Al-Qur&#8217;an itu menjadi hujjah terhadap dirinya (mencelakainya). </font></font></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><br />
Firman Allah Ta &#8216;ala: <strong>&#8220;lni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapatkan pelajaran. &#8220;</strong> (Shad: 29). <font size="3"><font face="Times New Roman">Bulan Ramadhan memiliki kekhususan dengan Al-Qura&#8217;nul Karim, sebagaimana firman Allah: <strong>&#8220;Bulan Ramadhan, yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur&#8217;an &#8230; &#8221; </strong>(Al-Baqarah: 185). </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Dan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, Rasulullah <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> bertemu dengan Jibril pada bulan Ramadhan setiap malam untuk membacakan kepadanya Al-Qur&#8217;anul Karim. </font></font></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Hal itu menunjukkan dianjurkannya mempelajari Al-Qur&#8217;an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk itu, juga membacakan Al-Qur&#8217;an kepada orang yang lebih hafal. Dan juga menunjukkan dianjurkannya memperbanyak bacaan Al-Qur&#8217;an pada bulan Ramadhan. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Tentang keutamaan berkumpul di masjid-masjid untuk mempelajari Al-Qur&#8217;anul Karim, Rasulullah <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> bersabda: <strong>&#8220;Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali turunlah ketenangan atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya.&#8221;</strong> (HR. Muslim).</font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"> <font size="3"><font face="Times New Roman">Ada dua cara untuk mempelajari Al-Qur&#8217;anul Karim: <br />
1. Membaca ayat yang dibaca sahabat Anda.<br />
2. Membaca ayat sesudahnya. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Namun cara pertama lebih baik. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Dalam hadits Ibnu Abbas di atas disebutkan pula <em>mudarasah </em>antara Nabi dan Jibril terjadi pada malam hari. Ini menunjukkan dianjurkannya banyak-banyak membaca Al-Qur&#8217;an di bulan Ramadhan pada malam hari, karena malam merupakan waktu berhentinya segala kesibukan, kembali terkumpulnya semangat dan bertemunya hati dan lisan untuk merenungkan. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Seperti dinyatakan dalam firman Allah: <strong>&#8220;Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu&#8217;), dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.&#8221;</strong> (Al-Muzzammil: 6). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Disunatkan membaca Al-Qur&#8217;an dalam kondisi sesempurna mungkin, yakni dengan bersuci, menghadap kiblat, mencari waktu-waktu yang paling utama seperti malam, setelah maghrib dan setelah fajar. Boleh membaca sambil berdiri, duduk, tidur, berjalan dan menaiki kendaraan. Berdasarkan firman Allah: <strong>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang dzikir kedada Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring&#8230;&#8221;</strong> (Ali Imran: 191). </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Sedangkan Al-Qur&#8217;anul Karim merupakan dzikir yang paling agung. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Kadar bacaan yang disunatkan</strong></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Disunatkan mengkhatamkan Al-Qur&#8217;an setiap minggu, dengan setiap hari&#8217; membaca sepertujuh dari Al-Qur&#8217;an dengan melihat mushaf, karena melihat mushaf merupakan ibadah. Juga mengkhatamkannya kurang dari seminggu pada waktu-waktu yang mulia dan di tempat-tempat yang mulia, seperti: Ramadhan, Dua Tanah Suci dan sepuluh hari Dzul Hijjah karena memanfaatkan waktu dan tempat. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Jika membaca Al-Qur&#8217;an khatam dalam setiap tiga hari pun baik, berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wasallam</em> kepada Abdullah bin Amr: <strong>&#8220;Bacalah Al-Qur&#8217;an itu dalam setiap tiga hari&#8221;</strong> (Lihat kitab <em>Fadhaa&#8217;ilul qur&#8217;an</em>, oleh Ibnu Katsir, him. 169-172 dan <em>Haasyiatu Muqaddimatit Tafsiir</em>, oleh Ibnu Qaasim, hlm. 107.) </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Dan makruh menunda khatam Al-Qur&#8217;an lebih dari empat puluh hari, bila hal tersebut dikhawatirkan membuatnya lupa. Imam Ahmad berkata : &#8220;Betapa berat beban Al-Qur&#8217;an itu bagi orang yang menghafalnya kemudian melupakannya.&#8221; </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Dilarang bagi yang berhadats kecil maupun besar menyentuh mushaf, dasarnya firman Allah Ta&#8217;ala: <strong>&#8220;Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.&#8221;</strong> (Al-Waqi&#8217;ah: 79). Dan sabda Nabi <em>shallallahu</em> &#8216;<em>alaihi</em> <em>wassallam</em>: <strong>&#8220;Tidak dibenarkan menyentuh Al-Qur&#8217;an ini kecuali orang yang suci.&#8221;</strong> (HR. Malik dalam Al-Muwaththa, Ad-Daruquthni dan lainnya)&#8221;. </font></font></font></font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman">Hal ini diperkuat hadits Hakim bin Hizam yang lafazhnya: <strong>&#8220;Jangan menyentuh Al-qur&#8217;an kecuali jika kamu suci.&#8221;</strong> (HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim dengan menyatakannya shahih). </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Al-Qur&#8217;anul Karim syari&#8217;at sempurna: </strong></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Asy-Syathibi dalam kitab <em>Al-Muwaafaqaat </em>mengatakan : &#8220;Sudah menjadi kesepakatan bahwa kitab yang mulia ini adalah syari&#8217;at yang sempurna, sendi agama, sumber hikmah, bukti kerasulan, cahaya penglihatan dan hujjah. Tiada jalan menuju Allah selainnya, tiada keselamatan kecuali dengannya dan tidak ada yang dapat dijadikan pegangan sesuatu yang menyelisihinya. Kalau demikian halnya, mau tidak mau bagi siapa yang hendak mengetahui keuniversalan syariat, berkeinginan mengenal tujuan-tujuannya serta mengikuti jejak para ahlinya harus menjadikannya sebagai kawan bercakap dan teman duduknya sepanjang siang dan malam dalam teori dan praktek; maka dekat waktunya ia mencapai tujuan dan menggapai cita-cita serta mendapati dirinya termasuk orang-orang pendahulu, dan dalam rombongan pertama jika ia mampu. Dan tidaklah mampu atas hal itu kecuali orang yang senantiasa menggunakan apa yang dapat membantunya, yaitu sunnah yang menjelaskan kitab ini. Selainnya, adalah ucapan para imam terkemuka dan salaf pendahulu yang dapat membimbingnya dalam tujuan yang mulia ini.&#8221; ( Lihat <em>AI Muwafaqaat</em>, oleh Asy-Syathibi, 31224.) </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman"><strong>Hukum melagukan Al-Qur&#8217;an : </strong></font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Pembaca dan pendengar Al-Qur&#8217;an yang hatinya disibukkan dengan lagu dan sejenisnya -yang dapat mengakibatkan perubahan firman Allah, padahal kita diperintahkan untuk memperhatikannya sebenamya menghalangi hatinya dari apa yang dikehendaki Allah dalam kitab-Nya, memutuskannya dari pemahaman firman-Nya. Mahasuci firman Allah dari hal itu semua. Imam Ahmad melarang <em>talhin</em> dalam membaca Al-Qur&#8217;an, yaitu yang menyerupai lagu, beliau berkata : &#8220;Itu bid&#8217;ah. </font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Ibnu Katsir <em>rahimahullah </em>dalam <em>Fadhaailul Qur&#8217;an </em>mengatakan: &#8220;Sasaran yang diminta menurut syara&#8217; tiada lain yaitu memperindah suara yang dapat mendorong untuk merenungkan dan memahami Al-Qur&#8217;an yang mulia dengan khusyu&#8217;, tunduk, dan patuh penuh ketaatan. Adapun suara-suara dengan lagu yang diada-adakan yang terdiri atas nada dan irama yang melalaikan, serta aturan musikal, maka Al-Qur&#8217;an adalah suci; dari hal ini dan tak layak jika dalam. Membacanya diperlakukan demikian.&#8221; (Lihat kitab <em>Fadhaa&#8217;ilul qur&#8217;an</em>, oleh Ibnu Katsir, him. 125-126.) </font></font></font></font></p>
<p style="text-align:justify;"><font size="3" face="Times New Roman">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: &#8220;Irama-irama yang dilarang para ulama untuk membaca Al-Qur&#8217;an yaitu yang dapat memendekkan huruf yang panjang, memanjangkan yang pendek, menghidupkan huruf yang mati dan mematikan yang hidup. Mereka lakukan hal itu supaya sesuai dengan irama lagu-lagu yang merdu. Jika hal itu dapat mengubah aturan Al-Qur&#8217;an dan menjadikan harakat sebagai huruf, maka haram hukumnya. (Lihat <em>Haasyiatu Muqaddimatit Tafsiir</em>, oleh Ibnu Qaasim, hlm. 107.) </font></p>
<p><font size="3"><font face="Times New Roman">Dikutip dari situs : www.freewebs.com</font></font></td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%" style="width:100%;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:1.5pt;"></td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=6&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/20/membaca-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>c!Nt@&#8230;.</title>
		<link>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/13/hello-world/</link>
		<comments>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 03:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imutzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[c!nta itu seperti pohon, tumbuh dan berkembang. dan merupakan emosi yang komplekzzz&#8230;&#8230;&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=1&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>c!nta itu seperti pohon, tumbuh dan berkembang. dan merupakan emosi yang komplekzzz&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imutzz.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imutzz.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imutzz.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imutzz.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imutzz.wordpress.com&amp;blog=1231496&amp;post=1&amp;subd=imutzz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imutzz.wordpress.com/2007/06/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2f74161a02d3dacb30a9ce18b18330b0?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">tRi@N_dY</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
